Kebencian pada Jokowi dan PDIP

 
Oleh: De Fatah
Ada orang-orang yang percaya bahwa RUU HIP itu untuk mengganti ideologi negara menjadi ideologi komunis. Lebih konyol lagi, banyak yang ikut demo karena mereka percaya masjid istiqlal mau ditutup selamanya. Khas sekali dengan slogan kelompok percaya tanpa berpikir.
Ada yang lebih goblok lagi, RUU HIP ini adalah akal-akalan pemerintah Jokowi untuk memberi jalan akan kebangkitan PKI. Ini sejalan dengan fitnah setiap pilpres yang diikuti Jokowi baik di pilpres 2014 atau 2019, selalu ada tuduhan bahwa Jokowi itu dan orang tuanya adalah simpatisan PKI.
 
Apakah saya setuju dengan pembahasan RUU HIP? Tidak setuju. Alasannya, karena waktunya gak tepat. Banyak hal-hal sensitif dinegeri ini yang belum sanggup kita ubah atau kita bahas pada masa sekarang. Mungkin butuh 30 atau 40 tahun lagi setelah pelaku sejarahnya wafat, atau mungkin butuh 100 tahun lagi, supaya pembahasannya terbebas dari romantisme dan kebencian sejarah.
 
Alasan lain? Gak terlalu penting amat. Masih banyak pekerjaan DPR yang lebih penting dan belum tuntas, seperti RUU KUHP, RUU Kejaksaan, RUU PKS, RUU Jabatan Hakim dan sederet PR prolegnas.
Itu alasan bernalar saya untuk menolak RUU HIP. Bisa kita perdebatkan ddengan data-data dan asumsi-asumsi.
Tapi, ada penolakan yang tak bisa lagi diperdebatkan, karena alasannya tidak berdasar nalar. Tapi, berdasar HALUSINASI.
Ada orang-orang yang percaya bahwa RUU HIP itu untuk mengganti ideologi negara menjadi ideologi komunis. Lebih konyol lagi, banyak yang ikut demo karena mereka percaya masjid istiqlal mau ditutup selamanya. Khas sekali dengan slogan kelompok percaya tanpa berpikir.
Ada yang lebih goblok lagi, RUU HIP ini adalah akal-akalan pemerintah Jokowi untuk memberi jalan akan kebangkitan PKI. Ini sejalan dengan fitnah setiap pilpres yang diikuti Jokowi baik di pilpres 2014 atau 2019, selalu ada tuduhan bahwa Jokowi itu dan orang tuanya adalah simpatisan PKI.
Cukup? Belum. Mereka berasumsi PKI itu identik dengan China. Dan kebijakan Jokowi sekarang bersahabat dengan China. Ditambah partai Jokowi adalah PDIP, mereka yang buta sejarah beranggapan PDIP adalah partai hasil dari reformasi PKI.
Tuduhan ini tentu mereka sambungkan dengan fitnah kepada pemerintah yang sudah mendatangkan 10 juta TKA China. Kenapa semua ini bisa terjadi? Karena mereka berasumsi Presiden Jokowi adalah antek China. Jokowi adalah orang China yang nyaru menjadi orang Jawa.
Mungkin kita tertawa mendengar cerita mereka, tapi yang percaya cerita ini banyak, bukan hanya orang pekok. Tak sedikit dari mereka yang berpendidikan tinggi, bahkan banyak agamawan percaya cerita ini
Kenapa bisa begitu? Ini sebenarnya bukan soal RUU HIP. Ini masalah kebencian. Kebencian terhadap Jokowi dan PDIP. Kebencian yang membunuh nalar. Kebencian karena luka sejarah dan tidak bisa menerima realita sejarah. Kebencian yang diwariskan turun menurun,
Ditambah, cerita tadi sering disampaikan dalam forum-forum agama. Disampaikan oleh orang-orang yang dipercayai sebagai pemilik surga. Karena itu ceritanya dianggap sebagai kebenaran mutlak.
Kebencian yang membunuh nalar, sehingga cerita yang paling goblok pun, akan dipercaya.
(Sumber: Facebook De Fatah)
Wednesday, July 1, 2020 - 21:00
Kategori Rubrik: