Ke Khartoum, Abdul Somad Cari Tetirah Dan Hidayah

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Tiga tahun katanya dia akan bermukim di Sudan kini tengah menjadi pusat konflik. Berdasarkan keterangan rector Universitas tempat dia mengajar, surat izin tugas belajar Somad sudah ada dan sudah disetujui Departemen Agama. Konon kabarnya, Somad akan meraih gelar Phd di Omdurman Islamic University. Universitas ternama di Sudan yang didirikan tahun 1912 di Khartoum, ibukota Sudan yang berpenduduk 5 juta orang lebih.

Khartoum dikenal sebagai kota terpanas didunia karena tandus. Di Musim panas, suhu mencapai 53 derajat celcius. Suhu rata-rata kota ini adalah 38 derajat. Namun malam hari suhu turun drastis menjadi 16 derajat celcius.

NEGERI TAREKAT 
Islam di Sudan menganut Mahzab Maliki hingga sholat tarawih disana cuma 8 rakaat. Tapi lamanya minta ampun. Karena tiap malam harus satu juz Quran dibaca.

Selain itu banyak warga Sudan yang mengamalkan tasawuf hingga banyak kelompok toriqoh. Tidak heran jika negara ini mendapat julukan Negeri Seribu Darwish, saking banyaknya kelompok tarekat disana.

Sudan adalah salah satu negara termiskin di dunia, meski alamnya subur dan kaya dengan aneka tambang. Sudan sendiri adalah salah satu negara paling luas di Afrika. Berpenduduk 40 juta jiwa yang mendiami wilayah 1,8 juta kilometer persegi.

Namun pertikaian demi pertikaian membuat Sudan tidak kunjung maju. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di negara sekitarnya. Khartoum menjadi tujuan para pengungsi Chad yang dilanda konflik. Juga dari Eritrea yang memisahkan diri dari Ethiopia. Jadi suasana kumuh menjadikan Khartoum lebih sumpek dan lebih panas suhu udaranya.

SARA DAN KUDETA
Sudan sendiri juga terkapar oleh konflik SARA hingga wilayah selatan memisahkan diri menjadi negara Merdeka bernama Sudan Selatan. Lepasnya wilayah itu di karenakan konflik rasial keagamaan. Sudan Utara mayoritas dikuasai oleh etnis Arab yang menerapkan hukum Syariah . Sementara di Selatan dari Afrika berkulit hitam dan banyak yang non muslim.

Belum lama ini, terjadi kudeta di Sudan yang menurunkan rejim diktator Presiden Omar al-Bashir yang berkuasa sejak tahun 1989. Militer membentuk pemerintahan sementara sebelum dilangsungkan Pemilu. Namun kelompok sipil curiga, pemerintahan darurat disana berusaha memperkuat posisi militer dalam politik. Hingga siapapun yang terpilih menjadi Presiden adalah berkat pengaruh militer.

Kalangan sipil juga terbelah mengenai apakah hukum syariah perlu di lanjutkan sebagai dasar konstitusi Sudan. Inipun akan memunculkan konflik tersendiri yang bisa jadi berujung pada kekerasan.

SOMAD AKAN SAKSIKAN SEMUA INI

Abdul Somad akan menyaksikan semua ini. Militer versus Sipil. Sesama sipil berkelahi soal syariat Islam. Sementara Islam berkonflik dengan Kristen di wilayah Selatan dan juga di Darfur.

Dia akan melihat bukti nyata betapa isu agama dan ras merobek-robek wilayah kaya ini. Dan rakyatnya berharap kehidupan lebih baik melalui doa-doa yang mereka panjatkan lewat tarikat dan ruang-ruang masjid. Karena cuma itu yang mereka bisa lakukan ditengah kemiskinan yang begitu melilit.

Tuhan menyapa Somad lewat jalan takdirnya ke Sudan agar lebih bijak lagi soal isu kebangsaan.

Somad nanti lebih paham, bahwa Sudan adalah salah satu bukti nyata ambruknya sebuah negara yang kaya akan sumber daya gara-gara isu agama. Isu yang kini dicoba digunakan untuk menggoyang negaranya.

Dia bisa merenungi dampak mengerikan akibat mabuk agama seraya mendengar cara baca Quran orang Sudan yang mirip cengkokan langgam Jawa atau degung Sunda…

Ini buktinya : https://www.youtube.com/watch?v=Dqtr8eWqd-o

Sumber : Status facebook Budi Setiawan

Friday, May 10, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: