Kaya Adalah Cita-cita Saya

ilustrasi

Oleh : Mimi Hilzah

Cita-cita saya tidak cuma menebar kegembiraan lewat tulisan dan kue. Cita-cita saya adalah menjadi kaya raya sebelum saya sepuh. Kalau bisa secepatnya. Ada banyak sekali hal yang saya ingin lakukan dan semua itu butuh uang.

Kita tidak cuma cukup berdaya dengan ilmu dan sifat-sifat baik. Uang walaupun sering diidentikkan sebagai godaan terbesar manusia, uang juga bisa sangat memungkinkan kita melakukan hal-hal bermanfaat bagi orang lain.

Maka menurut saya, menjadi seorang muslim yang taat belumlah cukup. Kalau fisik dan pikiran masih sehat dan kuat, memberdayakan diri sebaik mungkin untuk memikirkan hal-hal di luar diri kita sendiri adalah penting.

Kalau kita punya ilmu tapi tak cukup harta, ilmu tak bisa membantu mengenyangkan perut orang-orang lapar di sekitar kita.

Mau membangun rumah ibadah, sekolah, panti, atau apalah demi kemaslahatan ummat, tetap butuh uang. Mudahnya membuat yayasan dan mengelola sumbangan donatur, tapi bukankah jauh lebih baik jika kita bisa mengelola dana dari hasil keringat kita sendiri tanpa harus digerakkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu.

Banyak orang ingin kaya tapi begitu sulit membayangkan besar kerja yang harus dilakukan. Banyak orang ingin kaya tanpa melalui proses.

Ada orang-orang yang ingin kaya tapi lupa bersikap adil. Contohnya; mau menikmati hasil keuntungan dari pelanggan yang tidak sama akidah dengannya tapi mengharamkan menuliskan ucapan selamat yang menurutnya akan mencemari akidahnya. Kalau itu pilihan pribadi, tak masalah. Yang menjadi masalah adalah meributkannya di ranah publik seakan-akan ia telah memilih jalan suci dan orang lain keliru. Itu sangat menyakiti dan itu menurut saya pribadi cukup memalukan. Akhlak, kita diajarkan menceritakan keindahan agama kita lewat akhlak. Akhlak yang baik, kepada manusia tanpa pandang bulu. Kurang banyak bagaimana Rasulullah meneladankan adab dan sikap-sikap terpuji bahkan kepada yang tidak meyakini agama yang dibawanya?

Saya hanya berpegang pada apa yang saya yakini. Bahwa kegiatan berdagang ini adalah sebagian dari ibadah yang akan diganjar dua macam kebaikan. Satunya adalah keuntungan bersifat materil yaitu uang, kedua adalah hubungan baik yang terjaga dengan manusia lain tanpa pilih apa latar belakangnya.

Keduanya akan bersinergi memudahkan semua ikhtiar-ikhtiar saya. Insya Allah.

Apa yang terjadi dalam diri saya menyangkut iman saya, baik buruknya adalah pertanggungjawaban saya pribadi. Tak usah dirisaukan. Allah akan menjadi sebaik-baiknya dan satu-satunya penilai. CintaNya yang Maha Luas takkan setara dibandingkan bahkan dengan cinta semua manusia.

Sumber : Status Facebook Mimi Hilzah

Friday, November 22, 2019 - 13:15
Kategori Rubrik: