Kaum Optimis Mencari Solusi, Kaum Pencela Girang dengan Melemahnya Rupiah

Oleh: Niken Satyawati

 

Sentimen negatif baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri telah membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah. Ada dua macam sikap ditunjukkan dua kelompok berbeda dalam menghadapi fenomena ini. Sebagian warga Indonesia  sedih dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Dia mencari tahu sebabnya, dan kemudian mencoba melaksanakan imbauan-imbauan untuk dapat berperan dalam membantu pemerintah membuat nilai tukar rupiah kembali stabil. Mereka adalah kaum yang optimis akan masa depan Indonesia.

Memangnya apa sih yang bisa dilakukan? Banyak. Salah satunya dengan membeli produk lokal buatan dalam negeri sehingga produk lokal akan lebihmenggeliat lagi. Yuk yuk produk saudara-saudara kita sendiri dilarisi. Kemudian menunda beli barang-barang elektronik yang rata-rata adalah impor. Atau minimal suku cadangnya impor. Dan masih banyak lagi. Ini memang saatnya harus berhemat.

 

 

Yang jelas, ini bukan saatnya untuk memperkeruh suasana dengan sok bergaya sebagai begawan ekonomi, seolah-olah paling tahu apa yang terjadi dan mencela sana-sini. Namun di media soaial  tipe kedua warga negara Indonesia cukup mewarnai pelemahan rupiah. Mereka bukannya membicarakan pemelahan rupiah ini secara rasional dengan kepala dingin dan berniat membantu agar pulih.

Sebaliknya, mereka mentertawakan dan menjadikan pemelahan rupiah sebagai bahan memperolok-olok pemerintah. Mereka sangat girang dan riang gembira, seolah-olah mendapat momntum untuk menyerang. Isu pelemahan rupiah digoreng garing dan kriuk, dijadikan amunisi untuk melempar energi negatif. Konten-konten penuh kebencian disebarkan melalui media sosial. Mereka inilah kaum pencela, penghujat, menyerang membabi buta seperti mesin penghancur.

Yang paling parah adalah mereka di golongan kaum pencela yang tega melempar hoax bahwa harga BBM akan naik tajam seiring dengan pelemahan rupiah. Mereka ini kaum  kufur nikmat.  Hanya karena kebencian terhadap pemerintah yang sah, mereka ingin merusak suasana damai yang ada dengan memancing-mancing konflik. Kalau konflik benar-benar terjadi, maka mereka akan berusaha memancing di air keruh, mengambil keuntungan darinya.

Mereka, tak diragukan lagi adalah para pengkhianat, orang-orang yang tidak cinta negara ini, Hati-hati bila kaum kedua ini ada di dekat Anda, sebaiknya segera dihindari agar tidak terkontaminasi menjadi seperti mereka, ikut menjadi pengkhianat NKRI.  

Wednesday, September 5, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: