Kaum Menengah Ngehek

Oleh: Haryoko R Wirjosoetomo

 

Pagi ini saya terpaksa keluar rumah, ke ATM untuk ambil uang dan transfer gaji tukang yang sedang membongkar atap belakang studio kerja saya di Sawangan. Tak lupa saya bawa alcohol swab, yang biasanya saya pakai untuk sterilisasi jari guna mengambil sampel darah, untuk mengelap tombol keypad ATM. Lalu saya pun berangkatlah.

Di jalan saya lihat lalu lintas agak sepi, sampai terlihat serombongan orang di jalur lambat tengah ngebut dengan sepeda. Dari kostumnya, helmnya, sepatu yang dipakai, jenis sepedanya, jelas mereka bukan orang2 miskin. Bukan tukang ojek online atau tukang sayur yang sedang berolahraga pagi. Mereka adalah orang2 kelas menengah yang "sedang cari keringat."

 

Sungguh sebuah pemandangan yang menyebalkan. Saya masih bisa memahami jika yang lalu lalang adalah para pekerja harian dengan penghasilan harian, tapi mereka? Orang2 ini jelas orang2 terdidik, paham masalah kesehatan, paham mengapa ada work from home, paham physical distancing, gembar-gembor mengkritik kelambanan pemerintah dalam menangani wabah Covid 19 namun di saat bersamaan mereka juga yang melakukan panic buying dan klinong2 di jalan atas alasan "mencari keringat"?

Itulah gambaran kelas menengah ngehek Indonesia. Egois, tambeng tapi gampang panik. Maka saya pun bertakon-takon, kapan pemerintah akan bertindak lebih keras macam India? Saya lihat orang2 macam ini perlu dapat sabetan rotan di bokongnya, agar nalarnya bisa kembali berfungsi normal.

Nyebahi.... 

 

(Sumber: Faceboom Haryoko RW)

Sunday, March 29, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: