Kaum Beriman yang Salah dalam Meyakini Tuhan

ilustrasi

Oleh : Aldira Maharani

Tadi siang saya dapat kabar bahagia, saya dapat rejeki yang tak terduga dari seorang teman sekaligus kolega saya seorang pengusaha di jakarta.

Beliau menawarkan dan memberi hadiah kepada saya pergi ke Yerusalem dengan gratis bulan Desember nanti untuk berziarah ke makam Nabi Ibrahim dan beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Sudah lama saya ingin sholat disana dan Insya Allah akan terkabul dalam waktu dekat.

Saya senang dan bahagia sekali, sangking senangnya saya posting. Tidak lama, banyak pesan masuk di Inbox yang nyinyir, sinis, dan menghujat saya.

Buat kamu yang mengaku sebagai kaum yang paling beriman, saya mau kasih tahu satu hal.

Apakah kamu kira jika mereka yang non-muslim berbuat benar dan jujur, terus saat mereka dizalimi mereka tidak berhak ditolong Tuhan?

Jika iya, berarti Tuhanmu tidak adil. Padahal, bukankah Tuhan itu maha adil?

Beragama itu santai saja jangan ngamukan. Jika kamu gampang marah, mengkafirkan dan tidak senang karena saya punya hubungan yang baik dengan umat Kristen dan kamu langsung menghakimi saya, berarti yang kamu sembah itu agama bukan Tuhan dan ada yang tidak beres dalam dirimu, dalam pemahaman agamamu, dalam meyakini kitab sucimu, dalam pendidikan agamamu, dalam sejarah hidupmu, dan dalam memahami Tuhanmu.

Agama seharusnya hadir bagi kepentingan manusia. Bukan manusia hadir untuk kepentingan agama.

Di jaman sekarang Agama diperjual belikan demi kepentingan perseorangan maupun golongan. Dan yang lebih miris, agama dipakai untuk membenarkan tindakannya dan Agama kini dipakai sebagai alat untuk menindas yang dianggap minoritas serta untuk pamer kekerasan dan kegilaan yang tiada henti.

Jangan mengaku orang beragama tapi kelakuan semakin tidak beradab. Orang-orang yang tidak beradab dalam beragama sudah dipastikan orang cacat nalar dan moral.

Faktanya, tidak ada ayat dan Hadits Nabi yang mengatakan keimanan dan keislaman saya sebagai seorang muslim akan luntur hanya karena saya dekat dan menjalin hubungan yang baik dengan umat non-muslim.

Saya mengikuti ajaran islam yang diwariskan Nabi Muhammad sebagai agama yang damai, penuh cinta, kasih sayang dan agama ramah bukan agama pemarah.

Saya beragama dengan akal sehat dan pasti saya akan paham bahwa agama itu adalah jalan menuju cinta kepada Tuhan, bukan sebagai alat penghakiman.

Dan orang2 yang beragama dengan akal sehat, sulit untuk membenci orang lain yang berbeda iman dengannya, karena kebencian akan membakar jiwanya. Jika jiwanya terbakar, bagaimana mungkin bisa meyakini dan menyembah Tuhan dengan benar.

Satu hal yang saya yakini kebenarannya, bahwa Tuhan menyayangi manusia, bukan menyayangi agama. Jalani saja agama sesuai kadar yang kita inginkan.

Intinya, jangan atur iman dan akidah orang lain. Cukuplah kita fokuskan diri dengan iman dan ibadah kita.

Jika kamu percaya ada hari kiamat, di hari kiamat nanti kamu akan disidang atas iman dan amal kamu sendiri, bukan atas iman dan amal orang lain.

Sumber : Status Facebook Aldira Maharani

Sunday, October 6, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: