Kasus Ibunda Prof Mahfudz Digruduk

ilustrasi
MEMBACA KASUS IBUNDA PROF. MAHFUDZ
BUKAN SEKEDAR MENGGERUDUK RUANG PRIVASI: NEGARA DI MANA?
 
Beberapa waktu belakangan, kita dikejutkan oleh peristiwa memanaskan hati. Rumah Ibunda yang sudah sepuh dari Bapak Mahfudz MD digeruduk massa.
Kemudian publik bereaksi atas kejadian tak lazim ini. Memberi simpati kepada Ibunda Siti Khodijah, seorang senior citizen yang seharusnya tidak menjadi sasaran, juga berbagai analisis lainnya.
Mulai dari analisa salah sasaran, kesengajaan, pancingan kepada Pak Menteri hingga spekulasi pengulangan teori untuk melemahkan semangat beliau.
Namun, di luar itu, ada hal yang patut untuk disosialisasikan kepada masyarakat sekaligus menjadi kewaspadaan bagi aparat dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya.
Yakni, harus ada sosialisasi untuk tidak menyangkutpautkan kebijakan yang diambil oleh pejabat, dengan kehidupan privasinya. Dan sebaiknya ada sanksi hukum secara tegas bila hal ini dilakukan.
Juga jikapun orang tersebut bukan pejabat publik, tidak pada tempatnya pula digeruduk atau hingga dipersekusi seperti yang kerap terjadi belakangan ini akibat perbedaan pandangan atau ketidaksukaan atas pendapat, komentar atau posting di medsos.
Dalam realitas sebenarnya, kejadian serupa pernah terjadi juga. Pada saat aparat mengamankan demo, maka ada orang tertentu yang sengaja diselundupkan ke kompleks tempat tinggal aparat guna membuat kekacauan atau teror di sana.
Beruntunglah waktu itu aparat yang berjaga sigap dan segera meringkus pelakunya sebelum berhasil melancarkan aksinya secara tuntas. Entah berita apa yang akan viral pada waktu itu jika tidak berhasil diringkus.
Jika kejadian menggeruduk rumah pejabat atau warga sipil tidak segera diselesaikan secara tuntas melalui jalur hukum, maka ke depan akan ada gerakan-gerakan serupa yang terus berulang.
Sehingga amanah Undang-undang Dasar supaya negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia tidak berfungsi lagi.
Sudah sepantasnya aparat diberi wewenang untuk bisa jemput bola dalam menangani masalah semacam ini supaya tidak meluas menjadi konflik horizontal.
Tidak terbayangkan jika masing-masing warga sipil yang sudah mengalami krisis kepercayaan akibat tidak sigapnya negara dalam melindungi warga sehingga membentuk sistem keamanan independen untuk menghalau kelompok lain. Negara kita akan mengalami chaos secara meluas.
 
Sumber : Status Facebook Shuniyya Ruhama
Friday, December 4, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: