Kasus Dugaan Korupsi PT Asuransi JiwaSraya

ilustrasi

Oleh : Ichwan Prasetyo

Penyidikan kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya oleh Kejaksaan Agung mengingatkan saya pada masa awal meniti karier sebagai jurnalis di koran nge-hits itu.

Kala itu saya paling suka menelaah APBD, mengkaji politik anggaran di daerah, memburu informasi tentang skandal-skandal keuangan daerah dan kemudian sedikit demi sedikit menelaah sampai menemukan fakta yang bernilai berita dan layak berita.
Suatu hari ada informasi kejaksaan negeri menyidik kasus dugaan korupsi. Samar-samar dapat kabar kasus yang disidik adalah pengadaan seragam untuk para guru sekabupaten dengan dana sekian miliar rupiah.

Beberapa hari sebelumnya saya memberitakan yang terkait dengan informasi samar-samar itu. Seingat saya saat itu saya memberitakan protes dan keluhan banyak guru yang mendapat jatah seragam tapi tak enak dipakai.

Ada yang lengan baju tak sama panjang. Ada yang pundaknya kesempitan. Ada yang kurang panjang. Dan keluhan-keluhan lainnya. Kala itu seingat saya, penelusuran fakta yang saya lakukan baru sampai pada alokasi anggaran pengadaan seragam itu di APBD.

Kejaksaan negeri adalah salah satu lokasi nongkrong saya. Sebagai jurnalis/reporter saya harus rutin menyambangi lokasi nongkrong. Tentu lokasi nongkrong dalam konteks saya ini adalah instansi atau lembaga yang potensial jadi sumber berita, minimal sumber petunjuk awal yang bisa saya olah jadi fakta.

Saat itu saya kenal baik seorang intel kejaksaan negeri. Dari dialah saya dapat informasi ihwal penyidikan terkait pengadaan seragam guru itu. Dunia jurnalisme adalah dunia "multilayers". Di sana banyak kepentingan, banyak fakta, banyak hal yang harus dicermati. Ini pegangan saya ketika dapat informasi itu.

Standar kerja jurnalisme mengharuskan saya " mengejar" informasi itu. Singkat cerita ketemulah dengan kepala kejaksaan negeri itu. Saat itu dia pejabat baru di sana. Baru beberapa pekan jadi kepala kejaksaan negeri di sana. Tentu saya tak sendirian. Saya bersama beberapa jurnalis lain yang juga tertarik dengan informasi itu.
Dalam pertemuan dengan kepala kejaksaan negeri itu, dia menunjukkan kepada kami surat perintah dimulainya penyidikan. Yang membuat saya senang, di konsideran surat itu, di salah satu nomor, tertulis "berita berjudul bla bla bla yang dimuat koran nge-hits edisi anu"... Itu berita bikinan saya. Hehehe....

Kepala kejaksaan negeri itu bernama M. Adi Toegarisman yang kini menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus yang memimpin penyidikan kasus PT Asuransi Jiwasraya. Kala mengenal dia, seingat saya, saya bertemu dia selalu di kantornya, kejaksaan negeri itu, tak pernah di tempat lain. Sesekali bertelepon. Saat dia pindah tugas dari kejaksaan negeri itu, saya telah meninggalkan kabupaten itu, pindah tugas di Kota Semarang. Saya dan dia kenal baik sebatas sebagai jurnalis dan narasumber. Seingat saya dia memang sangat peduli pada kasus-kasus korupsi.

Sumber : Status Facebook Ichwan Prasetyo

Wednesday, January 15, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: