Kasus Ahok Copy Paste

Oleh: De Fatah
 

Sebenarnya persoalan yang membuat tegang sekarang ini dimulai dari copy paste dan dilanjutkan copy paste dan terus menerus di copy paste kan, berawal dari pidato Ahok di copas oleh bui yani kemudian hasil copas tadi di tonton dan di copas lagi, kemudian dilaporkan ke Polri dan pelapornya mengaku tidak melihat kejadian hanya melihat copy paste nya, kemudian penyidik Polri mem BAP kasus ini dari saksi copy paste, karena semua saksi dari copy paste maka penyidik juga meng copy paste kan BAP nya

Sampai di persidangan Hakim, Jaksa dan Pengacara terus menerus menanyakan pertanyaan yang sama kepada saksi copy paste tadi, pertanyaannya mereka copy paste juga dari saksi saksi copy paste sebelumnya, karena semua saksi pelapor tidak melihat secara nyata kejadian tersebut mereka melaporkan kejadian dari hasil menonton copy paste

 

Sedangkan orang yang melihat, menghadiri dan merasakan peristiwa sebenarnya sampai sekarang tidak menganggap kejadian itu sebuah masalah penistaan karena mereka merasakan tidak ada ancaman pada saat itu, tidak ada pemaksaan, tidak ada tekanan dan sampai sekarang hidup mereka damai sentosa, masih diberi rezeki oleh Tuhan, masih asyik mencari nafkah untuk anak istrinya, menghiraukan hiruk pikuk kasus copy paste tadi

Mereka penduduk Pulau orang orang sederhana yang hidup seadanya, mencari rezeki dari hasil usaha jerih payah diri mereka sendiri, mereka lebih dikarunia Tuhan kedamaian batin, daripada orang orang pendengki, pendusta yang mencari hidup dengan cara mencelakakan orang lain

Dalam kasus copy paste ini, siapa pun yang dianggap menambah kekesalan mereka maka akan dilabrak. Kita nyengir dikit saja dianggap memusuhi. Apalagi sehelai rambut imamnya rontok,..bakal kelar hidup sampean,..

Itulah perilaku orang frustrasi karena merasa tak berdaya.

 

(Sumber: Status Facebook De Fatah)

Tuesday, January 24, 2017 - 18:00
Kategori Rubrik: