Kasihan Rakyat Kecil Dibodohi Jargon Kampanye Prabowo

Oleh : Ali Winata

Sayank, apa betul kalau Prabowo jadi presiden harga harga bisa turun?

"Kata siapa?"

Kata tetangga kita, yang suaminya pengangguran dan suka ikut demo demo politik itu.

"Mama lebih percaya omongan dan wawasan dari suamimu yang ganteng, punya karir jelas, dan punya pendapatan lumayan ini, atau percaya kepada tetangga kita yang pengangguran itu?"

Percaya papa dong.

"Harga naik atau turun itu berdasar hukum pasar, antara suply dan demand. Bukan tergantung siapa presidennya. Secara normatif, tiap tahun pasti harga harga naik untuk menyelesaikan inflasi. Cuma orang bodoh yang bisa dibohongin dengan jargon murahan seperti itu dan mau percaya."

Begitu ya pap. Apa tetangga kita tidak tahu mengenai hal ini?

"Mungkin saja dia tahu, tapi memang dia tak punya penghasilan yang pasti, sehingga ekonominya susah, kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi. Dia melampiaskan ketidak mampuannya bersaing kepada pemerintah. Dan berharap jika ganti presiden nasibnya berubah."

Padahal tak mungkin berubah ya pap? Selama dia tidak kreatif mencari peluang dan pekerjaan tetap, mau ganti presiden 10x ya nasibnya tetap gitu gitu aja.

"Betul mam. Papa juga heran kenapa koalisinya pak Prabowo membikin jargon kampanye yang membodohi rakyat begitu rupa. Kasihan rakyat kecil jadi korbannya."

Sumber : facebook Ali Winata

Saturday, August 25, 2018 - 14:15
Kategori Rubrik: