Kasihan Prabowo

ilustrasi

Oleh : Siti Fatimah

Sebenarnya di lubuk hati saya yang dalam saya iba melihat perkembangan seorang Prabowo saat ini. Semakin hari emosinya seperti hilang kendali dalam menyikapi hasil quick count. Ia sangat terpukul melihat perolehan angkanya yang jauh berada dibawah Jokowi.

Wataknya yang temperamental bak percikan api di jerami kering.

Sayang orang-orang di sekitarnya, yang kini berada dekat dengannya dan menjadi sekutu, bukan memadamkan malah menjadi bensin, kian membakar.

Adalah Sandiaga Uno, Jokowi dan pak Kiyai Ma'ruf Amin, mereka bertiga juga bintang utama dalam Pilpres. Namun ketiganya menyikapi hasil pemilihan presiden ini dengan lebih tenang dan bijaksana. Mereka bertiga mampu mengendalikan dirinya masing masing dan menempatkan diri mereka sesuai kelas-nya.

Semalaman saya berpikir apa yang membedakan Prabowo dan 3 orang lainnya ini, padahal ketiganya pasti punya harapan yang sama besar dengan Prabowo >>> kemenangan. Hingga malam ini saya menemukan jawabannya: KELUARGA.

Ya baik Sandiaga Uno, pak Jokowi dan pak Kyai memiliki keluarga yang memeluk hati mereka hangat di kala tengah gundah. Meneduhkan di saat tengah terpanggang oleh kecewa dan amarah.

Membentengi/memagari dengan nasehat dan doa agar kemuliaan mereka sebagai manusia yang memiliki akhlak, intelektual, (calon) pemimpin negeri sekaligus kepala rumah tangga tetap terjaga.

Barangkali bila Prabowo memiliki istri dan anak yang dekat dengan dirinya, baik jarak maupun kedekatan emosional tidak seperti ini kejadiannya. Mereka tidak akan membiarkan Prabowo mempermalukan dirinya sendiri, (lihat saja video yg telah viral saat Prabowo disalami oleh teman-temannya dengan menyebut dirinya Presiden, sungguh memalukan!). Keluarga inti Prabowo, istri atau anak akan mengingatkannya. Mereka akan memeluk Prabowo dan menenangkan kegelisahan. Mereka pasti tahu cara membuat Prabowo cooling down.

Sungguh diam diam saya iba pada Prabowo! Dia yang dulu pernah terlihat gagah dengan pakaian tentaranya kini di mata saya ia terlihat seperti badut tua yang tengah menjerit pedih dengan polesan make up tebal seolah tertawa senang.

Saya harap keluarga dekatnya; kakak kakak, adik dan ponakan-ponakannya segera merangkul dan menenangkan dirinya. Mendinginkan hati agar Prabowo tak semakin grusa-grusu yang justru kelak akan lebih membuat dia semakin terpuruk. Demi menjaga kesehatan mental dan fisiknya juga.

Benarlah bahwa keluarga adalah surga di dunia. 
Disanalah kita akan menemukan berjuta kehangatan dan kenyamanan, ketenangan serta arah tujuan hidup kita.

Sumber : Status Facebook Siti Fatimah

Sunday, April 21, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: