Kartu Identitas

ilustrasi

Oleh  Ahmad Sarwat, Lc.MA

Di zaman pra sejarah, kemana-mana orang kudu bawa kartu identitas seperti KTP, SIM, dan lainnya secara fisik. Pak polisi kalau menghentikan kita di tepi jalan, yang pertama ditanya, mana SIM. Jangan sekali-kali iseng menjawab lupa tidak bawa, langsung Anda ditilang.

Padahal boleh jadi SIM memang punya, cuma tidak terbawa. Namun sistem hukumnya mengharuskan kemana-mana kita kudu bawa SIM dan harus bisa menunjukkan fisiknya.

Tidak boleh misalnya kita hanya perlihatkan gambar hasil foto atas SIM kita. Juga fotokopi nya pun dianggap tidak berlaku.

Namun dalam dunia profesi, hal semacam itu tidak berlaku. Misalnya, seorang dokter tidak harus menunjukkan ijazah fakultas kedokterannya kepada pasien. Begitu juga pak guru tidak wajib kemana-mana bawa ijazah S1 bidang kependidikan.

Apalagi ustadz penceramah, bahkan sama sekali tidak punya ijazah apapun dalam bidang keilmuan. Tidak ada bukti fisik apapun yang menjelaskan jati diri nya di bidang ilmu agama.

Tapi belum pernah kita dengar ada penceramah ditilang gara-gara tidak bisa memperlihatkan ijazah S1 fakultas Syariah nya.

Zaman Modern

Saya bilang di zaman pra sejarah kemana-mana kudu bawa kartu identitas. Lalu bagaimana dengan zaman online?

Sebenarnya kita sudah tidak perlu lagi bawa kartu identitas secara fisik. Zaman sudah modern kok. Kamera CCTV sudah mampu mengenali dan mendeteksi identitas kita dengan sangat akurat.

Misalnya ada kumpulan masa 10.000 orang demonstran sedang beraksi. Kamera CCTV mengcapture semua wajah yang nampak. Lalu otomatis langsung mengirim gambar ke komputer databaae kependudukan nasional.

Saat itu juga identitas mereka, siapa saja, satu per satu, langsung muncul di komputer. Semua lengkap dengan tanggal lahir, alamat, pekerjaan dan data lainnya.

Masa sebanyak itu langsung terdeteksi identitasnya, orang per orang. Lengkap dengan rekaman videonya.

Ke depan, kalau polisi memberhentikan mobil kita di tepi jalan, dia tidak perlu lagi minta kita memperlihatkan SIM. Begitu melihat wajah kita, dia langsung tahu siapa kita dan apakah kita punya SIM atau tidak. Kita pun tidak bisa bohong pura-pura ketinggalan SIM, padahal memang tidak punya.

Oh iya satu lagi. Deteksi pakai kamera CCTV ini pun dengan mudah bisa menghitung berapa jumlah peserta suatu aksi secara akurat dan faktual. Bukan hasil perkiraan atau pun ancer-ancer.

Termasuk juga apakah ada massa yang selalu muncul dalam banyak demo. Apa pun demonya, siapa pun yang punya kepentingan, mereka selalu ada disitu. Oh, berarti bisa digolongkan sebagai massa bayaran.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Tuesday, October 8, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: