Karni Ilyas, Ahok, Lapindo dan Bakrie

Oleh: Karno Balfas
 

Saya tidak anti Karni Ilyas. Acara dia ILC di TV One kadang-kadang saya tonton kalau lagi butuh hiburan dan iseng. Pagi ini saya tergerak untuk merespons Karni Ilyas yg tulisannya di WA yang dikirim ke grup-grup: menyebutkan, dia menggugat Ahok soal gusuran di Pasar Ikan Luar Batang, seolah-olah Karni membela orang-orang miskin.

Penggusuran memang menyakitkan terlebih bagi mereka yang jadi korbannya. Namun yang tidak ditulis oleh Karni, warga yang digusur rumahnya di Pasar Ikan karena mereka menduduki tanah pasar, tanah publik, tanah bersama. Pasar yang harusnya luas, nelayan dan pedagang bisa jualan, semakin menyempit karena lahannya dirampas, dijadikan rumah-rumah, kemudian dijual atau dikontrakkan.

Mereka para pengontrak itu, dan juga yang membangun rumah pribadi sekarang direlolasi ke rusun: Rawa Bebek dan Marunda. Bekas rumah-rumah mereka akan dibangun kios dan perluasan pasar ikan, bukan dibangun mal, apartemen atau perumahan mewah.

Jadi mereka yg membangun rumah-rumah di tanah pasar telah menyerobot hak publik, hak tanah bersama. Tanah yang harusnya dibangun Pasar buat bersama malah dibangun rumah-rumah pribadi.

Jadi, penggusuran yang dilakukan Ahok bisa dibilang sebagai bentuk pengembalian hak publik atas tanahnya. Tanah pasar dibangun bangunan pasar dan segala perlengkapannya; untuk digunakan bersama-sama pula, bukan rumah-rumah yang dikuasai pribadi-pribadi. Mereka yang telah menduduki tanah negara selama bertahun-tahun tidak dipidanakan, tidak pula digusur tanpa menyediakan tempat alternatif: mereka direlokasi ke rusun. Sampai di sini apakah Bang Karni paham?

Di atas adalah jawaban umum, jawaban khusus untuk Bang Karni, kalau dia peduli pada orang miskin, kemana suara Bang Karni, ILC dan TVOne terhadap korban lumpur Lapindo? Dia bungkam karena pemilik Lapindo dan TV One sama: Aburizal Bakrie. Malah TVOne menyesatkan menyebut sebagai Lumpur Sidoarjo (Lusi) bukan lumpur akibat perusahaan Lapindo milik Aburizal Bakrie, bos Karni Ilyas.

Lumpur Lapindo telah menggenangi 16 Desa di 3 Kecamatan. Total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 25.000 jiwa mengungsi. Karena tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur. Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain: lahan tebu seluas 25,61 ha di Renokenongo, Jatirejo dan Kedungcangkring; lahan padi seluas 172,39 ha di Siring, Renokenongo, Jatirejo, Kedungbendo, Sentul, Besuki Jabon dan Pejarakan Jabon; serta 1.605 ekor unggas, 30 ekor kambing, 2 sapi dan 7 ekor kijang.

Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini. Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja. Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD, SMP), Markas Koramil Porong, serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon) Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1.683 unit.

Dampak Lumpur Lapindo yang luar biasa mengerikan, tapi mana suara Karni Ilyas dan TVOne selama ini?

Karno Balfas
Ahokers 

 

(Dengan pesan: semoga pesan ini sampai ke Bang Karni Ilyas)

 

Thursday, April 14, 2016 - 21:45
Kategori Rubrik: