Karma Rizieq di Balik Jeruji Besi

ilustrasi
Oleh : Seruanhulu
Sebagian orang menyebutnya sebagai ulama, tapi saya tidak. Sebagian orang juga percaya bahwa dia adalah keturunan nabi, tapi saya tidak. Pengikutnya mengakuinya sebagai imam, tapi lagi-lagi saya tidak.
Siapa dia? Dia adalah Rizieq.
Kenapa tidak?
Karena sifat dan sikap yang ditunjukkannya sama sekali tidak mencerminkan perilaku ulama dan habib pada umumnya yang seharusnya menjadi panutan yang baik bagi umat.
Seharusnya ulama itu memberikan contoh yang baik, memberikan penjelasan bahwa ajaran Islam itu membawa kedamaian, membawa kerukunan, dan toleransi.
Tapi lihat apa yang dilakukan Rizieq, utamanya ketika melakukan dakwah, adakah dakwahnya yang mengajak umat ke hal-hal baik? Tidak sama sekali.
Hinaan, makian, fitnah dan provokasi tak jarang dijadikannya sebagai topik utama di setiap dakwahnya.
Apakah dengan sikap seperti itu Rizieq pantas disebut sebagai ulama? Apakah dengan dakwah seperti itu Rizieq layak disebut sebagai cucu nabi/habib? Saya kira tidak.
Sebab, dalam berdakwah itu diwajibkan untuk mengajak dengan lemah lembut, mengajak dengan bahasa yang santun.
Kalau ada yang menamakan dirinya ulama tapi bertutur bahasa yang kasar seperti Rizieq, maka sesungguhnya dia bukan menyampaikan ajaran Islam yang baik, tapi justru memperburuk ajaran Islam itu sendiri.
Ya meskipun sebenarnya Rizieq tidak mewakili umat Islam secara keseluruhan, namun tetap saja nama umat Islam ikut terbawa-bawa.
Sejatinya, dakwah ulama harus menyatukan bukan memecah belah masyarakat. Nasehat ulama adalah mengedukasi bukan memprovokasi.
Selama ini tidak sedikit orang yang tersinggung bahkan jadi korban akibat provokasi dan fitnah yang sering kali dilontarkan oleh Rizieq.
Masih ingat kasus penistaan agama yang menyeret Ahok ke penjara? Tentu saja masih ingat.
Nah, salah satu orang yang paling genit memprovokasi umat Islam kala itu adalah Rizieq. Dia membangun narasi provokasi di tengah umat Islam sehingga pada akhirnya kekuatan aksi massa berhasil menyeret Ahok ke penjara.
Padahal kita tau bahwa itu hanya trik politik Rizieq dan Anies untuk menggagalkan Ahok di Pilkada DKI waktu itu.
Namun, Rizieq sudah menerima karma dari semua perbuatan busuknya itu, dimana saat ini dia telah ditetapkan sebagai tahanan Polda Metro Jaya atas kasus penghasutan dengan ancaman hukuman 6th penjara.
Pesan yang dapat diambil dari peristiwa ini adalah apa yang ditabur maka itulah yang dituai. Hukum karma itu nyata. Karenanya, perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
Jika kamu ingin dihormati sebaiknya kamu juga menghormati, jika kamu ingin dihargai maka kamu juga harus menghargai, jika kamu tidak ingin terhina maka janganlah menghina dan jika kamu tak ingin tidur di balik jeruji besi maka jauhilah provokasi.
Sumber : Status Facebook Seruanhulu
Thursday, December 17, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: