Karma Mulai Bicara

Ilustrasi

Oleh : Siti Fatimah

Karakter pemimpin itu tidak jauh-jauh dari pendukungnya. Pendukungnya seperti Saracen membangun opini hoax, pemimpinnya pun ikut-ikutan tebar fitnah dengan cara yang tidak elegan. Ahok sudah dipenjara, masih difitnah dan dituduh macam-macam oleh Anies. Baru kali ini saya melihat pemenang pilkada hidup di dalam ketakutan bayang-bayang orang yang kalah Pilkada.

Alih-alih ingin menutupi bau busuk anggaran TGUPP, Anies malah membuang dirinya ke dalam ranah hukum. Ia terancam dijerat pasal 310 KUHP. Pak Polisi, tolong proses orang ini. Semoga saja ada yang laporkan manusia ini dengan pelanggaran pasal 310 KUHP. Keterangan Ernest, bisa digunakan sebagai saksi, yang melihat, mendengar, dan mengalami sendiri sesuai saksi dalam KUHAP.

Saya sebenarnya buka orang yang sangat mengerti hukum, namun rasanya, manusia ini bisa dijerat karena sebar fitnah mengenai Ahok. Saya berharap bagaimanapun, ada pendukung Ahok yang melaporkan Anies, dengan tuduhan yang sama dengan apa yang dikerjakan oleh Saracen, yakni penebar berita bohong. Supaya seluruhnya jelas, bahwa pendukung dan orang yang didukung, bagai pinang dibelah dua.

Anies mulai terjepit. Ibarat memakan buah simalakama, ia sekarang berada dalam kondisi yang serba salah. Jika ia mengikuti hati nurani, ia akan dipersalahkan oleh para penandatangan kontak politik. Jika ia menjalankan apa yang menjadi pesanan kontrak politik, ia akan mengorbankan 58% warga Jakarta yang sudah memilihnya.

Maka jika kita menggunakan istilah karma, mungkin tidak berlebihan apa yang pernah dilakukan, sekarang mulai kembali kepadanya. Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai.

Sumber : Status Facebook Siti Fatimah
 
 
Wednesday, November 22, 2017 - 20:45
Kategori Rubrik: