Karl Marx dan Cuti 69 Hari

 

Oleh : Jody Ananda

Karl Marx, penganjur Marxisme dan Atheisme itu, sedang disiksa di sebuah bangsal penyiksaan di neraka, ketika malaikat Jibril datang mendadak tiba-tiba.

"Angkat dia dan bebaskan!", perintah Jibril kepada malaikat penyiksa. Tanpa banyak bacot nan filosofis, malaikat penyiksa mengangkat Marx dan membawanya ke hadapan Jibril. "Kasi dia pakaian yang bagus!", kata Jibril lagi. Marx pun langsung berubah bersalin rupa menjadi segar, mukanya berseri-seri memakai gamis dan sorban.

"Tumben, Bril.. berasa fiksi bangeud ana..eh saya", ujar Marx. "Ada apakah gerangan?"

"Hmm..gini, Marx. Kamu dapat cuti 69 hari dari Tuhan. Eksklusif. Kamu bebas ke surga, neraka, kemana saja selama waktu itu...", kata Jibril. Marx meloncat kaget. "Wow..luar biasa. Tapi apa kira-kira sebabnya, Bril?", tanya Marx.

Jibril berbisik, "Sekarang, banyak umat yang mengaku beragama, percaya bahwa kitab sucinya adalah fiksi, rekaan, imajinasi dan khayalan, ya seperti ajaranmu itu, Marx.. Bahkan, ada segelintir yang sangat kebangetan membela keyakinan fiksionalnya itu demi kubu politik belaka.."

Sontak, Marx tertawa. "Ngalkamdulillah, ane bilang juga apaaa.. Udah dari dulu ane bilangin agama itu candu, hanya ilusi saja, pada gak percaya. Tapi,..eh, bukannya Tuhan seharusnya gak seneng terhadap nambahnya pengikut ane? Lha, ini malah ane dikasih cuti ? ", kata Marx sambil menggigit jarinya.

"Husss, bukan itu sebab kamu dapat cuti dari neraka, Marx.. ", jawab Jibril. "Tapi, akhirnya lebih banyak orang menjadi lebih waras dan sadar, bahwa mereka selama ini ditipu dengan keluguan membela agamanya, tapi ternyata hanya menjadi alat ambisi politik sahaja..", kata Jibril lagi.

"Ya udah, dasar ente filsuf, nanya melulu.. muter-muter kayak gasing..Mau kemana abis ini, saya anter..", kata Jibril.

"Antarkan ane menemui Muhammad, Yesus, Sakyamuni Budha, Abraham, Musa dan Zoroaster. Walau ajaran mereka semasa hidupku aku anggap fiksi, tapi sebagai manusia, aku tak pernah mengganggapnya mereka semua tokoh fiktif ", ujar Marx.

"Ngapain, Marx?"
"Ane ingin bersyahadat", jawab Marx sambil merapikan sorbannya.

Sayap Jibril kontan pecah 69 keping saking kagetnya! #Madzhab69 #Fiksi

Sumber: Facebook Jody Ananda

Friday, April 13, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: