Karena Saya Seorang Ayah

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Dengan berat hati, saya terpaksa bicara tentang Ahok. Agar tak ada salah paham. Jangan salah - saya pribadi masih tetap respek sama Ahok, terutama secara profesional. Dia hebat. No doubt !

Jangan lupa, saya juga pernah menulis buku tentang Ahok (A Man of Honor) dan maaf, sedikit "pamer" : buku itu meledak (ngga karuan, laris manis tanjung kimpul).

Respek saya itu mungkin tak akan pernah berubah sepanjang dia bisa menjaga integritas dan profesionalitasnya. Karena dia akan terus bermanfaat bagi bangsa ini. Saya bahkan pernah menulis : Ahok adalah salah satu Cina terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini.
.........

Di sisi lain, saya juga tidak peduli Ahok bercerai, merasa diselingkuhi, menikah lagi, dengan siapa dia menikah, dan seterusnya. Itu hak dia dan saya menghormati haknya.

Bahkan saya ikut senang dengan kebahagiaannya bersama istri baru dan anaknya yang lucu.

Namun,....namun.....berbagai ucapannya tentang "aib" sang mantan belakangan ini - yang notanene ibu dari ketiga anaknya secara terbuka ke "publik" sangat mengusik saya. Ini sudah menjadi ranah publik.

Anak-anak itu sudah bisa dan sangat paham membaca berita. Anda bisa membayangkan perasaan mereka ? Yang dirajam hatinya bukan hanya sang mantan, tapi juga hati ketiga anak itu.

Kenapa ? Karena saya juga seorang ayah. Naluri saya sebagai seorang ayah terusik. Dan saya paham itu semua hanya menyakiti hati anak-anaknya. Aib orang tua itu akan melekat sebagai stigma pada anak-anak itu seumur hidup. Bayangkan !

Sekali lagi, saya memberikan komen.....hanya karena saya seorang ayah. Saya sendiri selalu menjaga anak-anak saya agar tidak disakiti orang lain, masakah saya sendiri mau menyakitinya ?

Karena saya seorang ayah...itu saja...

Gbu Hok, Puput, Yosafat..
Gbu Vero, Nicholas, Nathania, Daud...

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Wednesday, July 8, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: