Kapolda Bantah Ada Korban Meninggal Karena Macet Brexit

Ilustrasi

Berbagai informasi yang menyebar luas di berbagai media sosial tentang kematian 13 orang akibat kemacetan mulai diklarifikasi. Bahkan Kapolda dengan tegas membantah hal itu. Penolakan penyebab kematian menjadi penting agar persepsi masyarakat tidak keliru. Menyebarnya informasi tidak jelas itu mengakibatkan masyarakat mengira korban macet meninggal dalam posisi saat macet dan tanpa penyakit apapun. Faktanya tidak begitu.

Bahkan situs detik memberi judul yang meresahkan masyarakat dengan menambahkan kata "horor" pada judul berita. Tanpa menelaah lebih dalam pemberitaan ini jelas merugikan pemerintah yang terus berupaya memperbaiki layanan publik.

Oleh sebab itu, sebagai pemangku kepentingan lalu lintas di Jawa Tengah, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, menegaskan, tidak ada pemudik yang meninggal karena kemacetan panjang yang terjadi di Brebes saat arus mudik Lebaran 2016.

"Harus ada rekam medisnya, pemeriksaan tubuh luar maupun dalam," kata Kapolda ketika dihubungi, Kamis (7/7/2016).

Menurut dia, kematian belasan pemudik yang diduga akibat kemacetan saat arus mudik di wilayah Brebes harus dibuktikan secara medis.

Ia mempertanyakan apakah pemeriksaan terhadap kondisi para pemudik meninggal tersebut dudah dilakukan oleh dokter.

Ia menyatakan tidak ada korban meninggal akibat kemacetan panjang tersebut.

"Silakan konfirmasi ke yang membuat pernyataan seperti itu. Kalau penyebab kematiannya karena kecelakaan silakan konfirmasi ke saya, tapi kalau penyebab kematian karena kemacetan itu tidak ada," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mengungkapkan adanya belasan pemudik yang meninggal karena kelelahan akibat kemacetan panjang di wilayah tersebut.

Adapun penyebab kematian tersebut karena pemudik yang meninggal tersebut memiliki penyakit bawaan atau memang kondisi kesahatannya menurun.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes juga mengungkapkan kemacetan jalur mudik di Brebes bukan penyebab para pemudik tersebut meninggal.

Sementara berdasarkan data laman www.mampirjateng.com milik Polda Jawa Tengah tercatat 18 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas selama H-6 hingga H-2 Lebaran di berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Kelelahan pemudik menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas tersebut.

Harian Terbit

Thursday, July 7, 2016 - 17:15
Kategori Rubrik: