Kapokmu Kapan

Ilustrasi

Oleh : Johan Wahyudi

Kemarin, Presiden Joko Widodo berpesan kepada bupati dan walikota se-Indonesia agar tidak takut terkena OTT. Saat ini, sudah ada 7 kepala daerah yang jadi korban "keganasan" KPK.

Untuk melindunginya, presiden akan menerbitkan Perpres E-Government sehingga semua serba transparan dan kredibel. Baru saja dipesan begitu, semalam terjadi OTT terhadap bupati di Jawa Timur. Ealah....

Memang mental korup itu takkan bisa hilang jika tidak memiliki niat kuat menghilangkannya. Harus ada willing yang sangat kuat agar korupsi benar-benar bisa dikurangi. Dan itu ditunjukkan oleh presiden.

Tak ada satu pun keluarganya yang terlibat di pemerintahan. Tak ada satu pun anaknya yang masuk ke dunia politik. Dan tak ada satu pun kasus yang membelit keluarganya, kecuali kasus adik ipar terkait kasus pajak.

Jika pemimpinnya sudah memberikan contoh seperti itu, lalu mengapa masih ada saja pejabat melakukan korupsi? Makan, minum, rumah, mobil, pulsa, keamanan, baju, laundry dan lain-lain dibayari negara. Kurang apa coba...?

Saya salut dengan ketegasan PDIP yang langsung memecat bupati itu. Semata untuk menunjukkan bahwa partai pendukung pemerintah pun tidak kebal hukum.

Jadi, masih mau bilang KPK tebang pilih? Mikir....!!!

Sumber : Status Facebook Johan Wahyudi

Thursday, October 26, 2017 - 12:45
Kategori Rubrik: