Kapasitas, Integritas dan Kualitas

Oleh: Jalil Hakim

 
Menghadapi Pilpres seharusnya rakyat bergairah. Tapi lantaran ulah orang-orang yang tidak siap kalah mengakibatkan rakyat merasa gerah.

Memburu elektabilitas ditempuh dengan jalan pintas. Popularitas seolah modal paling atas. Lupa bahwa syarat penting adalah kapasitas, integritas serta kualitas.

Tidak kalah penting adalah prestasi. Bukan bertingkah bak orang yang mabuk ekstasi. Jangan pula mengandalkan barang basi. Sebab jadi pemimpin bukan sebatas ilusi. Apalagi bermain fantasi.

Rakyat tidak butuh pemimpin imitasi. Bukan pula yang mengumbar cerita atas dasar fiksi. Tidak harus setiap hari tampil berdasi.

Pemimpin bukan yang doyan berbuat gaduh. Dengan mudah main tuduh. Rakyat butuh pemimpin yang mampu menciptakan suasana yang teduh.

Pemimpin yang diidamkan rakyat bukan dari gerombolan manusia yang suka main keroyok. Padahal mereka sudah tergolong kendaraan penyok. Meski tubuhnya sudah bau tanah, masih saja hobi melempar fitnah.

Pemimpin yang baik bukan yang hanya pandai mengumbar kritik. Kritik yang diupayakan agar lawan tidak berkutik. Pada kenyataannya Sang Tukang kritik itu sesungguhnya tidak pandai bertaktik.

Sudahlah. Tubuhmu sudah tampak lelah. Sudah tidak ada celah agar tidak kalah. Negara ini harus terus maju. Butuh pemimpin yang mau menggulung lengan baju.

Sumber : facebook Jalil Hakim

Thursday, April 19, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: