Kapan Kita Pernah Dijajah China?

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Sejak 2015 saat Jokowi nyapres, framing anti China dicoba digaungkan ulang, seolah mau mengulang kejadian kerusuhan tahun 1995. Saat sekarang mulai lagi disajikan isu TKA China seolah mau menjajah Indonesia, apa dasarnya China mau menjajah kita, mereka tidak ada DNA menjajah, karena dalam darah mereka yg paling kuat adalah berdagang, belajar segala ilmu yg manfaat, Rasullulah 1400 thn yll sudah mengatakan belajarlah sampai ke negeri China, ucapan itu bukan tanpa alasan, ucapan yg keluar dari manusia bersih, jujur dan penerima wahyu dari Tuhan, bukan seperti Arab di pinggir jalan yg jualan minyak wangi dan minta di panggil habib-habiban.

China adalah bangsa yg pernah terjajah seperti kita, hanya kita bangsa yg menikmati penjajahan, sampai empat bangsa yg menjajah Indonesia, yaitu Belanda, Portugis, Inggris dan Jepang, dan kita gak dapat apa-apa. Kita sudah senang dikasi gelar Sultan, Tengku, dan Haji, dan terakhir Belanda hanya mengembalikan keris Diponegoro, yg lain ora ono.

 

Warga China pernah terusir dari Indonesia tahun 60an kalau tidak salah dgn PP-10, mereka bangkit zaman Soeharto karena sebagai pemilik naluri yg menjauhi konflik mereka merapat dan di sambut dgn tangan terbuka para pejabat orba, khususnya Golkar. Apa orang China salah, ya tidak juga. Jadi kalau sekarang ada JK, dkk selalu sinis kepada orang China, tulalet ente daeng, mungkin ente iri karena tak bisa bersaing dgn orang China, yg dengan populasi 3% menguasai 80 % putaran uang di Indonesia, tapi apakah mereka merampok uang Indonesia, tidak, mereka memperkerjakan jutaan orang Indonesia di segala lapisan usaha, kitanya malah suka jadi PNS, ngences sambil ngelirik kas negara untuk di jarah bersama-sama, coba siapa bisa membantahnya. China Indonesia ya bangsa Indonesia, jgn di framing China yg seolah tak bermartabat. TKA China hadir kesini sesuai dgn urusan investasinya, mereka punya ilmu, punya duit, dan punya harga diri.

Sekarang mulai lagi mulut gatal memframing TKA China, saya sengaja mengupload 3 potongan video untuk ditonton, di cermati, tapi jangan pakai bloon, pura-pura oon. LBP bicara blak-blakan dan dua testimoni warga Morowali. Ada satu kalimat menarik dari testimoni saudari kita di video itu yg mengatakan bhw mereka disuruh belajar dan pintar oleh TKA China, mereka bilang mereka pasti pulang, jadi kalian yg akan meneruskan, alih kepintaran, jelas ya, belajar, sekali lagi belajar ama China.

Dewasa dan piintarlah, jangan cuma tua karena usia, zaman sudah kemana-mana, kita cuma bisa jualan agama, ada preman kriminal pakai gamis keluar penjara disambut bak artis, miris. Jangan dengerin nyinyirnya JK, malu kita punya orang tua yg pernah menjabat wakil kepala negara malah mulutnya menebar isu melemahkan imun tubuh bangsa yg bisa menjadi tak utuh. 

Mulut-mulut murahan ini belagu bak negarawan, padahal nafsunya cuma mau ceperan, sialnya mereka bermanuver pada zaman terbuka, baru nyengir saja kita tau mereka mau apa, mainnya kasar !!. TKA selalu menjadi isu palsu, karena dibalik itu semua mereka ini cuma mau minta bagian yg selama ini mereka pernah mainkan. Sekarang karena gak bisa lagi melakukan perampokan, makanya kelakuannya belingsatan.

TIDAK ADA BANGSA YANG HANCUR KARENA BEDAGANG, TAPI AKAN LEBIH BERMARWAH MENJADI BANGSA YANG KOMPETITIF, DENGAN MENJAUHKAN KEBIASAAN " NGENTIT ".

JANGAN PERNAH MENOLAK CHINA, KALAU TAK MAU DIMAKAN AMERIKA.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Thursday, May 21, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: