Kapan Di "Rhomaken" & Di "Iwan Fals" Kan?

ilustrasi

Oleh : Hari Purwanto

Dulu Rhoma Irama & Iwan Fals  gara2  mengekpresikan sikap politiknya - mengkritisi rejim sampai2 di batasi & di larang masuk media Massa terutama masuk TVRI -- Bahkan ijin manggung live sering Kali di larang tak keluar ijin-nya. Bahkan kaset rekamanya harus melalui sensor ketat lirik2nya. Beda iwan Fals dengan Rhoma Irama ...

Iwan Fals tak berafiliasi dg politik -- Jika bang Haji gara2 berekspresi karena Ada penindasan umat Islam oleh Negara yg kemudian menjadikanya berafiliasi dengan PPP yg karena tidak kuat menghadapi tekanan Rejim kemudian menjadikan Rhoma bergabung dg Golkar. iwan fals & Rhoma Irama bener2 menghadapi "kekerasan politik" era Orba.

Rhoma atau iwan fals sama sekali tidak melakukan bughot atau tindakan mau mengubah ideologi Negara (apalagi sampai dukung teroris).Mari Kita bandingkan dengan artis2 Hijrah -- mereka banyak yg sudah offside dalam menunjukan sikap politiknya -- jadi corong dan alat kampanye kelompok takfiri & kaum khilafret untuk bughot melawan Negara & tatanan masyarakat yg Ada.

Artis Hijrah bersimbiosis dg gerakan2 trans Islam bahkan dengan kelompok teroris secara terang2an menunjukan sikap bughotnya. Tapi anehnya Negara & Aparat kok diam saja bahkan mereka sangat leluasa memakai media Massa & Publik fansboy/fansgirlnya jadi lahan penyebaran paham takfiri & terorisme.

Padahal lewat kampanye yg di lakukan artis2 hijrah itu sukses menyebarkan paham takfiri Wahabi,tahririsme & IM ke masyarakat luas.

Tak bisakah Negara menghentikan Artis2 Hijrah itu lewat  cara2 ordebaru atau negara jiran ( Malaysia & Singapore) saat ini? Yg make cara halus menutup akses media untuk tampil atau penangkapan2 karena gerakan mereka yg kasat mata menunjukan dukunganya ke paham takfiri & terorism ( bisa di coba dulu dg menindak tindakan songong Ari lontong atau pauzi idliblah pasti kampanye make Artis hijrah tmsuk penggalangan dana berkurang significant)

Reposting HariMerdeka Drecpecs
Sumber : Status Facebook Hari Purwanto

Thursday, April 8, 2021 - 11:00
Kategori Rubrik: