Kang Dedi Urang Lembur

Ilustrasi

Oleh : Edo Panjaitan

TIDAK lama berselang, dia bukannya memanggilku masuk ke ruang kerjanya tetapi datang menghampiriku sembari menawarkan makanan ringan dari dekapan kedua tangannya.

Aku hampir tak percaya, sejauh mana dia telah menjadi tempat curahan aspirasi dan keluhan bagi rakyatnya. Tidak ada jarak sama sekali yang membedakan antara pejabat dan rakyat.

Dia tenang, dingin, dan bersahaja. Dari Purwakarta, dia sudah semestinya didaulat rakyat untuk Jawa Barat. Dialah orang yang sejak kecilnya telah melekat di urang Sunda, Dedi Mulyadi, akrab disapa Kang Dedi saja.

Penaku tak henti bergerak di atas kertas putih, seolah tak dapat menahan diri untuk mencatatkan apa yang dapat dirasakan ketika membuntuti perjalanan Kang Dedi selama berada di tengah-tengah rakyatnya saat itu.

Kang Dedi tidak pernah mencoba beralasan lelah, lagi sibuk, dan sedang pertemuan rapat penting, ketika ada rakyat kecil datang menghampiri.

Secara akal sehat, aku tidak dapat begitu saja mengabaikan pandangan mata, sebabnya dia terlihat memang sangat dekat bersama rakyatnya. Aku hampir tidak percaya.

Kini sulit untuk menyadari betapa sedikit sebenarnya yang kita ketahui, bahwa pemimpin yang lahir oleh rakyat ternyata masih ada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Rakyat harus percaya diri untuk menentukan masa depan daerahnya, dan bukan bergantung harapan saja kepada partai politik semata. Sudah waktunya, Kang Dedi didaulat rakyat untuk Jawa Barat.

Sumber : Status Facebook Edo Panjaitan

Wednesday, December 20, 2017 - 16:30
Kategori Rubrik: