Kampus Online

ilustrasi

Oleh  Ahmad Sarwat, Lc.MA

Sosial media semacam facebook ini seharusnya bisa difungsikan sebagai media pembelajaran. Mereka yang ekspert di bidangnya dipersilahkan memposting ilmu yang menjadi keahlian mereka.

Para dokter ahli misalnya, seharus memposting berbagai artikel, baik berupa tulisan atau video yang tidak bisa diproduksi oleh kita yang awam.

Para ahli di bidang teknik dengan beragam bidang, dipersilahkan memposting semua ilmunya yang bermanfaat buat kita yang awam.

Para ahli pertanian, silahkan berbagi ilmunya dengan memposting berbagai hal yang dibutuhkan para petani.

Para pengusaha dipersilahkan berbagi ilmu dan pengalaman dalam postingan mereka. Biar para pemula bisa mendapat manfaat dengan membaca postingan mereka.

Dan para ulama ahli fiqih, ahli hadits, ahli tafsir, ahli ushul fiqih juga memposting artikel penting sesuai dengan kepakaran mereka.

Kalau sudah bisa seperti itu, maka sosial media akan jadi pusat ilmu yang amat bermanfaat buat kita, menjadi kampus online. Semakin sering baca postingan para dosen online, semakin pintar kitanya.

Jangan kayak sekarang ini. Isi postingan media sosial lebih banyak yang kurang bermanfaat. Isinya justru didominasi hoaks, sampah tak berguna, viral tak bermanfaat, fitnah, tuduhan keji, dusta, ngibul, framing, gorengan, bulian, makian, cacian dari orang-orang tak jelas identitasnya.

Pegiatnya justru banyak yang rusak akhlaqnya, dekaden moralnya, tidak punya muruah, miskin ilmu, galak tidak belagu-lagu, mudah marah, tukang suudzon, linglung, tukang komen padahal tidak paham.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Tuesday, October 8, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: