Kampanye 02 GBK, Kampanye Prabowo Atau Reuni 212?

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Tidak ada kelompok nasionalis yang terlihat. Tidak juga kelompok Kristen dan agama minoritas lainnya terlihat dalam kampanye akbar terakhir Prabowo Subianto di GBK. Apalagi kelompok LGBT yang berikrar dukung 02. Malahan Prabowo justru terlihat tersandera oleh kelompok Muslim Radikal yang berada di belakangnya.

AZAS MANFAAT

Entah yang lain apa sudah pernah dengar pekikan Allahu Akbar Prabowo sebelumnya, tapi saya baru pertama kali dengar dia sebut nama Tuhan Islam. Itupun, berdasarkan pantauan TV, Prabowo bersedia meneriakkan Allahu Akbar setelah di brief agak lama oleh timnya.

Tapi ini bisa saja strategi Prabowo menunggangi kelompok muslim agar bisa menang. Tidak ada jalan lain bagi dia untuk mengusung politik identitas.

Prabowo tahu betul sisa kelompok 212 membutuhkan cantelan agar bisa bertahan. Dia juga paham bahwa Rizieq memerlukan kendaraan agar tetap eksis.

Oleh karena itu Prabowo tidak memperdulikan fakta bahwa Rizieq meragukan ke Islaman dia. Dia juga ok ok saja Ijtima ulama karena tahu persis orang-orang dibalik ijtima itu mentalnya cuma sebatas menghamba.

Prabowo juga membiarkan Bachtiar Nasir tetap mengusung ide khilafah yang kini dia bungkus paksa dengan Pancasila.

Wong dia dan gerombolannya bisa dimanfaatkan kok. Biar saja yang penting suara mereka.

Biarkan mereka kita kasih panggung. Toh yang berkuasa nantinya adalah elit Gerindra yang sebagian besar beragama Kristen.

CUMA JADI BUIH

Jadi kelompok Islam di kubu Prabowo pada nantinya hanyalah buih ombak menuju pantai. Lenyap dan tidak dianggap oleh Prabowo jika dia menang. Sebab selama ini, Prabowo memang terlihat lebih memanfaatkan suara Islam di belakangnya yang khawatir tidak punya cantelan dan tentunya penghidupan.Ketimbang berperilaku sebagai seorang Muslim.

Itulah sebabnya kampanye akbar Prabowo lebih mirip another reuni 212. Lengkap dengan pidato jarak jauh Rizieq. Jauh dari kesan kampanye akbar itu panggungnya Prabowo.

Kumpul-kumpul di GBK dengan sangat baik dimanfaatkan kelompok 212 lengkap dengan ke ngawurannya ketika sholat Subuh dimana perempuan dan lelaki bercampur jadi satu.

PROTES SBY

Manakala partai pendukung Prabowo yakni PAN dan PKS puas dengan kampanye akbar reuni 212, adalah Partai Demokrat yang keberatan.

Lewat suratnya ketum PD Pak SBY menyampaikan keberatan atas pelaksanaan kampanye akbar itu. Pak Mantan mengatakan harusnya kampanye tersebut mencerminkan kebhinekaan. Merangkul semua golongan.

Namun protes rekan Koalisi ini tidak digubris. Demokrat lagi-lagi disingkirkan hingga tidak tertutup kemungkinan disaat-saat terakhir PD membebaskan pendukungnya untuk memilih 01 dan 02.

Diperkirakan juga PD keberatan dengan aksi jalanan People Power Amin Rais yang kini didukung oleh Prabowo.

BUDAK POLITIK IDENTITAS

Kampanye akbar Prabowo di GBK sekali lagi menunjukkan dahsyatnya dampak buruk eksploitasi politik identitas.

Kampanye akbar Prabowo yang berhasil di bajak oleh kelompok 212, justru mempersempit peluang melebarkan dukungan dalam 10 hari menjelang pemilihan. Kampanye itu hanya memperkuat barisan yang ada sambil muncul kekhawatiran PD bakal lepas dari genggaman..

Disatu sisi, kampanye akbar Prabowo juga bisa diartikan betapa teknik Krislam-- hari ini Kristen besok Islam- sangat digdaya menjadikan kelompok Islam di kubu 02 sebagai budak politik mereka.

Yang rela atau karena kedunguan mereka, membiarkan agamanya diperdaya oleh seorang yang ke Islaman nya sangat diragukan untuk merebut kekuasaan.. 

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Sunday, April 7, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: