Kami Semua Sayang Ibu Risma, Jangan Tinggalkan Kami..

Oleh : Denny Siregar

Banyak yang berkata ketika kami meminta, "jangan pergi, ibu.. ", mereka menganggap kami takut Ahok punya saingan berat dalam Pilgub DKI.

Bukan, bukan itu.

Kami tidak perduli apakah Ahok menang atau kalah dalam Pilgub DKI, karena Ahok tidak tinggal di kota kami. Kami tidak untung juga tidak rugi. Kami pun tidak punya hak untuk berpartisipasi.

Tapi kami akan sangat kehilangan ketika ibu pergi..

Kami yang rela datang ke tempat pemilihan suara dalam kondisi panasnya kota Surabaya hanya sekedar menentukan pilihan kami, suara hati kami, bahwa kota kami hanya bisa benar ketika ibu ada di sini.

Kemenangan ibu yang mencapai 80 persen sudah seharusnya menjadi ukuran bahwa ibu mendapat kepercayaan kami. Kami tidak perduli siapa disamping ibu, apa partai pengusung ibu. Kami hanya perduli ibu...

Dan ketika ibu pergi, menang atau kalah, kami yang akan sangat menderita disini. Tol tengah kota akan dibangun kembali. Reklame bertebaran tanpa ada yang mengawasi. Kapitalis2 lokal yang hanya sibuk dengan perut dan kepala tanpa isi akan kembali menguasai kami.

Tegakah ibu jika ini terjadi pada kami ?
Duduklah sejenak ibu, pikirkan kami.

Apakah perlu kami datang ke rumah ibu dan menciumi kakimu supaya engkau tidak pergi ? Kami akan kehilangan wajahmu saat kami jalan di pagi hari. Kami tidak akan lagi menemui orang yang selalu terlihat ada di taman, terkadang menyapu jalan, dan perduli pada kami.

Taman2 akan kembali kotor, pedagang2 kaki-lima akan kembali menguasai tempat berjalan kami. Kami akan terus diperas supaya membayar parkir lebih mahal dari kemampuan kami. Anak2 kami selama ini bersekolah gratis, dan bisa2 kami harus membayar lagi.

Tidakkah ibu paham bahwa kami takut ketika wakil ibu itu berkuasa ? Dia yang ambisi untuk ada di puncak berusaha dengan segala cara. Kami memilih ibu, bukan memilih dia. Kami memilih ibu karena tahu ibu bisa mengendalikannya.

Tapi bagaimana jika ibu pergi ? Apa yang nanti akan terjadi pada kami ?

Kami semua sayang ibu. Kami butuh ibu. Kami anak2mu yang masih tertatih.

Tolong jangan tinggalkan kami...

- Suara hati seorang warga ber KTP Surabaya**

Sumber : facebook Denny Siregar

Sunday, August 7, 2016 - 20:45
Kategori Rubrik: