Kami Mentalqin Diri Kami Sendiri

ilustrasi
Oleh : Noor Fajar Asa
_Pasien Penyintas covid 19_
_______
Nyawa memang Hak Alloh sepenuhnya.Manusia hanya bisa bertawakkal .Namun Tawakkal itu bukan pasrah , tawakkal dan ikhtiar adalah 1 keping 2 sisi mata uang , ikhtiar untuk sembuh dari covid adalah bentuk ikhtiar .
Semalam pukul 11.30 WIB , seorang pasien covid yang terletak di kamar sebelahku , wafat .Kami yg menendengarnya langsung mengucapkan innaa lillaahi wa inna ilaihi roojiun.Para petugas langsung mengurusnya.
Dalam protokol covid , tidak boleh ada , keluarga yang menunggu di rumah sakit , maka kami sadar , bahwa kami yg terkapar di Rumah sakit harus setiap saat pasrah man mentalqin diri kami sendiri masing - masing.
Mentalqin adalah ketika orang menuntun seseorang membacakan laa ilaaha illAllaah yang kepada akan meninggal dunia . Mentalqin seseorang yang akan meninggal dunia disunnahkan bagi orang yang ada di sisi orang yang akan meninggal dunia, sebagaimana sabda
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:
لقنوا موتا كم لا إله إلا الله
“Tuntunlah seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat: ‘Laa ilaaha illa Allah’”
Di sisi kami juga , tidak ada yg membacakan yasiin .karena yasiin di baca untuk orang yang sakaratul maut , bukan setelahnya .Maka di harapkan , keluarga kami , sahabat , rekan dan handaitaulanlah yg membacakan yasiin untuk kami dari rumah masing masing.
Covid 19 tidak ada obatnya , obatnya adalah semangat untuk sembuh dan doa , karena doa adalah senjatanya orang mukmin.
Fastabiqul khoiroot.
Sumber : Status Facebook Noor Fajar Asa
Sunday, January 24, 2021 - 08:15
Kategori Rubrik: