"Kami Adalah KPK, KPK Adalah Kami" Mau Apa Lu?

Sebagian rakyat manganggap KPK makin membingungkan saja, apalagi masing-masing kubu punya pendukung yang membenarkan opininya sendiri.

1. Bentuk protes kepada kebijakan pemerintah yang ikut serta menyetujui revisi UU KPK demi masa depan KPK yang lebih baik.

2. Revisi dimaksud dinilai telah melemahkan KPK dan tidak setuju ini suara kubu satunya.

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Dan berbagai argumen mereka paparkan dari mulai hal penyadapan yang mesti minta ijin pengawas, sampai tentang SP3 meskipun perlu, tapi batas waktu 2 thn bukanlah waktu ideal yang diberikan dalam mengungkap kasus-kasus mega korupsi yang cenderung sudah terkoordinasi dengan baik.

Hingga tentang data yang diberitakan oleh berbagai media mengenai trek records salah satu capim KPK yang telah banyak melanggar kode etik masih lolos.

Semua dapur KPK semakin terungkap ke publik, dan mereka tersadar ternyata selama ini KPK menyimpan "rahasia" yang mengenaskan!

Pembahasan UU KPK yang sangat penting dan menyangkut nasib bangsa ke depan, dianggapnya terburu-buru dan tertutup, terkesan ada yang disembunyikan. Dan partisipasi masyarakat dalam rancangan revisi UU KPK diabaikan begitu saja, begitu argumentasi beberapa tokoh yang terungkap di media.

Sudah sering Presiden Jokowi berkali-kali membuat pernyataan mengenai KOMITMEN-nya dalam pemberantasan KORUPSI. Bagaimana mungkin mau melemahkan KPK???

Kita Positive Thinking saja bahwa itu gesture para pimpinan KPK meskipun ada keinginan untuk pressure Jokowi, bahwa para pimpinan KPK yang baperan masih lebih percaya kepada Pak Jokowi daripada yang di DPR kan?

Artinya KPK tetap lebih percaya Jokowi dibandingkan DPR, padahal yang memilih mereka DPR bukan Presiden, bingung kan?

1. Kenapa mau mengembalikan mandat tapi masih bertanya apakah masih dipercaya untuk bertugas sampai Desember? Bukankah mengembalikan mandat menunjukkan bahwa tidak mau bertugas lagi?

2. Sebelum ribut merasa diabaikan, apakah sudah mengajukan surat minta AUDISI ke Presiden? Kalau memang peduli masalah RUU itu, bukankah mestinya KPK proaktif?

Para pimpinan KPK yang baperan menganggap diri mereka lebih negara daripada negara kah?

Ahlinya dari para ahli kah?

Core of the Core...!

Apakah para pimpinan KPK itu merasa JUMAWA dengan mengatakan :

"Kami adalah KPK,
KPK adalah kami!"

Mau apa lu?

Ah KPK udah kayak Raja Perancis sebelum revolusi saja! Sudah bukan zamannya bro!!

Akhirnya mereka yang berpikir jernih untuk masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia pasti setuju dgn revisi UU KPK, karena tanpa pengawasan dan supervisi KPK akan menjadi lembaga superbody berbahaya yang seakan kebal hukum, yang ditakutkan adalah bahwa lembaga ini akan dimanfaatkan oleh kelompok orang utk meloloskan agenda-agenda tersembunyinya!

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Monday, September 16, 2019 - 21:00
Kategori Rubrik: