Kambing Dibedakin

Oleh: De Fatah
 

Keputusan PDIP mendukung Ahok tidak terlalu mengejutkan saya, sudah saya duga dari awal melalui tulisan saya sebelumnya jurus Tapak Suci Ahok akhirnya "eyang putri" ngga tahan menahan horny nya, sekali lagi menggunakan tangan besinya menyosor Ahok, jurus bunga mawar yang Ahok mainkan membuat beberapa partai klapek klepek jatuh cinta kepadanya, jika mau jujur saya tidak terlalu gembira dengan dukungan PDIP kepada Ahok yang terkesan berliku liku didramatisir, menurut saya tanpa PDIP Ahok mampu menghadapi lawan lawan politiknya karena Ahok sangat beruntung memiliki Pak Jokowi, NU dan Muhamadiyah, terutama golongan muda dan tua yang ingin perubahan

Ahok tanpa dukungan PDIP bisa dipastikan mampu bertarung di Pilkada DKI, malah memungkinkan memenangkan pertarungan karena saya masih mempercayai Teman Ahok yang berhasil dengan 1 juta KTP untuk Ahok, hasil itu sudah bisa merefleksikan pilihan warga DKI untuk Ahok, dukungan PDIP kepada Ahok merupakan politik "jalan aman" PDIP, jika Ahok menang mereka pasti sesumbar karena dukungan PDIP lah Ahok memenangkan Pilkada jangankan Ahok seekor kambing pun akan menang jika dicalonkan PDIP karena PDIP banteng moncong putih sesepuhnya kambing, tapi jika Ahok kalah bisa dipastikan mereka akan mencari cari kambing hitamnya yaitu Ahok, pribadi Ahok yang ceplas ceplos dan deparpolisasi tanpa mengkultuskan partai sangatlah cocok dijadikan kambing hitam

Panas dingin hubungan Ahok dan DPRD dari fraksi PDIP sangatlah jelas malah koalisi kekeluargaan untuk melawan Ahok diusung oleh Kader ketua DPD Plt PDIP Jakarta sendiri yaitu Bambang DH, bahkan Hasto Sekjen PDIP sendiri pernah bersitegang dengan Ahok begitu juga beberapa anggota DPR dari PDIP seperti Masinton diberi bedak bakal menang lawan Ahok,..eh kambing diberi bedak bakal menang lawan Ahok jika di dukung PDIP, jadi saya tidak yakin PDIP akan solid mendukung Ahok

Semuanya karena Jokowi, keinginan terbesar Jokowi sebenarnya ingin melihat PDIP mencalonkan Ahok tanpa syarat dan mahar politik. Sehingga Jokowi bisa melaksanakan Nawacitanya, dengan Ahok sebagai role model pemerintahan Daerah yang bersih dan berwibawa dalam melayani masyarakat Jakarta. Tapi Jokowi sadar PDIP adalah partai yang memiliki sifat yang sama seperti banteng...liar. Jokowi tidak bisa langsung melepaskan Ahok ditangan PDIP tanpa adanya jaminan pasti yang bisa dipegang, bahwa PDIP tidak akan menghianati Ahok ditengah jalan

Bagaimana dengan lawan Ahok ? Hehehehee,..saya mohon carilah lawan yang seimbang, Haji Lulung terlalu cemen lawan Ahok, Sandiaga Uno hmmmm untuk coba coba sih bisa, Rizal Ramli boleh juga tapi yang dukung cuma PAN bacotnya bisa diadu dengan bacot Ahok, Mr Anies Baswedan masih berbekas kmaren di copot Jokowi belum layak tarung, Prof Yusril masih ngemis cari dukungan,..kalo Mas ibas cucok deh,..

Ahok ibaratkan seorang pendekar entah sudah berapa banyak luka pukulan atau bacokan yang pernah dirasakan, sudah banyak medan pertempuran yang dia lalui, berapa banyak penghianatan yang diterimanya, sudah khatam jurus tipu muslihat para maling di dewan atau di pemerintahan. Ahok adalah pendekar, sejatinya pendekar mengetahui siapa yang dibelanya dan Ahok tahu Rakyat Jakarta lah yang dibela sekaligus menjadi tuan nya bukan berapa banyak partai pendukungnya.

 

(Sumber: Status Facebook De Fatah)

Wednesday, September 21, 2016 - 09:00
Kategori Rubrik: