Kaltim Atau Kalteng Yang Jadi Ibukota?

ilustrasi

Oleh : Munawar Khalil

Sebagai warga Kalteng, pastilah mendukung ibukota berada di daerah Kalteng. Tapi kami juga harus realistis, secara syarat banyak kekurangan yang tidak bisa secepatnya Kalteng kejar dari Kaltim.

Bukan ingin mematahkan apalagi melemahkan, kemungkinan besar ibukota diprediksi akan pindah ke Kaltim.

Saranan prasarana penunjang di Kaltim jauh lebih lengkap, seperti tersedianya bandara internasional, pelabuhan laut, jalan tol, markas Kodam, ditambah lagi masyarakatnya yang homogen sehingga lebih mudah menerima orang luar untuk masuk. Dan yang terakhir, ketika Kalteng dilanda asap yang membuat sulit bernafas, Kaltim hari ini langitnya masih bersih dan udara yang dihirup pun terasa segar.

Rencana dibangunnya jembatan penghubung di selat Balikpapan yang menyambungkan Penajam Paser Utara dan Balikpapan juga adalah bagian dari rencana menyambung hubungan lebih kuat antara Kaltim dengan 2 provinsi tetangga yaitu Kalsel dan Kalteng. Jika ini terealisasi tentu saja Kalsel dan Kalteng juga akan ikut merasakan dampak ikutan positif pembangunan karena berdekatan dengan ibukota negara, setalah Kalbar dan Kaltara.

Yang jadi masalah paling utama sebenarnya adalah kesiapan SDM warga Kalimantan sendiri ketika ibukota ini dipindah. Individu dengan berbagai keahlian akan datang secara masif masuk ke daerah ini. Dan ini memang rentan memarjinalkan orang-orang lokal dalam hal menempati pos-pos pekerjaan dengan kualitas tinggi.

Solusinya tentu mulai saat ini, pemerintah dan orang-orang lokal sudah bisa mereview apa- apa saja peluang bisnis yang bisa digarap oleh masyarakat lokal selain menjual lahan dan menjadi calo lahan.

Semua bisa, karena ibukota itu hanyalah media dan alat untuk mengembangkan kreatifitas.

https://www.inews.id/…/bahas-pemindahan-ibu-kota-5-gubernur…

Sumber : Status Facebook Munaar Khalil

Wednesday, August 21, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: