Kalo Inget Cara Anies Kampanye, Pedih

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Berkenaan banjir Jakarta ada yang bilang : Katanya kalau Jokowi jadi presiden akan lebih mudah mengatasi banjir. Kata2 ini sering dikutip lagi oleh orang2 tertentu. Setiap banjir. Mereka menyalahkan Jokowi atas banjir yang terjadi.
Jokowi mengucapkan itu ketika Gubernurnya Ahok,yang rajin bekerja dan patuh pada pemerintah pusat. Saya ulangi kalau Gubernurnya Ahok atau sekualitas Ahok. Bukan gubernur yang tidak bekerja dan melawan perintah pusat.

Tetapi orang2 itu sepertinya memang punya adat buruk. Sering kali mengutip pernyataan tanpa melihat konteksnya. Ayat pun sering dikutip sesuai keinginan.
Suatu saat teman bercerita, ketika ada musibah di Jogjakarta, khotib di Balikpapan bilang orang jogja melakukan banyak dosa, maka ditimpa azhab. Temanku bilang ke khotib " coba kotbah gitu di Jogja, sampeyan ditimpukin"
Kata khotib :ini berdasar ayat.
Teman: iya ayat yg sampeyan cocok2an. Coba pas di Balikpapan terjadi bencana longsor, sampeyan kotbah gitu berani nggak?
Si khotib diem.

Model gitu kira2 kelompok apa ya? Gubernur sudah ganti sejak kapan tapi masih bawa2 presiden. Lalu gubernurnya ngapain?
Kemarin Anies bilang bahwa Kampung Pulo masih banjir walaupun sudah dilakukan normalisasi sungai.
Nah ini lagi2 nyalahin pihak lain. Seakan-akan dia bilang "buat apa repot2 normalisasi, kan tetep banjir."
Model orang nggak mau kerja, main kata2 terus. Sungguh mahal ongkos memilih orang yang salah.

Tapi ketika warga Jakarta nyalahin gubernurnya mereka bilang tidak perlu saling menyalahkan. Tuh kan standar ganda. Di satu sisi mereka ngungkit ucapan Jokowi dengan menghilangkan konteks, mengkritik langkah gubernur sebelumnya tapi di sisi lain gubernur sekarang nggak boleh disalahin.
Makanya diingat-ingat, pilih pemimpin yang bisa kerja, kompeten, bukan yang seiman tapi nggak bisa apa2, nyalahin pihak lain terus, berteori air meresap dsb. Pedih....

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Friday, January 3, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: