Kalkulator BW

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Saya mulai mengenal sosok BW sejak dia di KPK, ngomongnya ckp tajam, dan waktu itu bersama Abraham Samad menjadi duet yg lumayan, sampai dirinya dihentikan oleh kasus kesaksian palsu dan dia menerima kado deponeering yg membuat kasusnya dihentikan, tapi bukan tidak bisa dilanjutkan, tergantung Jaksa Agung dan political will.

Agak lama dia mengendap, kemudian masuk tim Anies pd pilkada jualan agama dan sukses menjadikan gubernur paling durhaka di Indonesia, atas budi baik dan balas jasa, dia dijadikan Ketua TGUPP dgn gaji buta diatas 50jt per bulan tanpa jelas apa kerjanya bersama 69 orang lainnya menelan uang rakyat tiap bulan, lumayan ada yg ditelan dari hasil dagelan sebuah gerombolan, bermoral murahan. Secara tak langsung sdh terbaca kualitas manusia yg ada disana, sama halnya dana kunker DPRD DKI zaman Ahok yg hanya 8m, menjadi 108m zaman Anies, jelas ya, siapa mereka yg ada di Balai Kota, yg dulu pintunya terbuka utk rakyat sekarang tertutup rapat.

 

BW, menjadi buah bibir saat dia menjadi tim pengacara paslon no. 2 mengantar gugatan ke MK, yg sebelumnya mau dianggap tak ada, karena people power dianggap bisa mewujudkan nafsu angkara murka utk merampok kuasa dari pinggir jalan dgn cara sujud duluan sbg drama awal mau mengelabui pemilihnya bhw mereka menang, dgn itu mereka bs memasukkan narasi bahwa mereka dicurangi Jokowi. Sayang mereka lupa bhw dunia nyata tdk bisa dikelabui oleh pasukan kera yg cuma mbacot kemana-mana sambil garuk kepala. Gak pernah ada data, dari dulu semua pakai katanya.

Sama dgn koloninya, BW berkoar didepan gedung MK, bhw mahkamah ini jgn jadi mahkamah kalkulator, tersedak otak kita, ada statement penghinaan kepada lembaga hukum dimana data yg mereka bawa saja blm tentu diterima, karena data link berita mau dibuat sbg dasar bhw mereka menang, pikiran cingkrang dan curang, mau klaim menang, kelautlah kau bang!

Tak usah di bahas panjang lebar, sejauh ini prilaku koloni ini memang sdh harap dimengerti, rendah akal budi, semua mau diakali. Gugatan ke MKpun cuma akal-akalan karena rencana pengakalan lainnya gagal semua, skenario gila mau melumat bangsanya dgn segala cara. Kita sejak awal memang telah mengendus aroma Cendana yg bgt aktifnya mendorong paslon no 2, karena harapannya mereka disana bisa membangun orba jilid tiga, dan hal itu nyata adanya setelah perusuh yg disuruh nyaris membarakan Jakarta.

Sekarang makin jelas terang benderang, semua pecundang jadi satu kandang. Jangan lihat Bambang bicara dgn gaya dan retorikanya, karena dibalik itu semua dia adalah manusia murah yg tak pantas utk diperhitungkan dalam ruang kebaikan. Kasian Prabowo dikelilingi manusia rendah mutu yg selalu suka dgn tipu-tipu. Tapi semua itu, karena Prabowo jg suka dgn hal tak bermutu. Untung dia tak jd juara satu, juara dua saja Indonesia dibuat gerah semua, ah.. BAMBANG PULA KUASA HUKUMNYA, KITA SDH TAU UJUNGNYA, DIA AKAN TERUS TERIAK KECURANGAN TANPA ADA YG BS DIBUKTIKAN.

MBANG, MBANG, LAWYER KOK CM PAKAI DATA INFORMASI, TAPI YA IYALAH, KETERANGAN PALSU SAJA DIA JALANI. MARI KITA BUKA DEPONEERINGNYA...

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Friday, May 31, 2019 - 23:30
Kategori Rubrik: