Kali Ini Ahok Semprot Peruri

ilustrasi
Oleh : Sri Darmayanti
 
Baru² ini Ahok membongkar aib atau kebobrokan Pertamina, antara lain ada oknum yg suka lobi menteri, ada yg suka utang, ada pula penggajian yg bermasalah dimana oknum yg tidak bekerja lagi tapi masih dapat gaji Rp 100 juta dan lainnya.
Nyanyian pamungkas Ahok ini pasti membuat banyak orang berang dan kepanasan. Bahkan, tidak disangka², Andre Rosiade pun ikut komentar dan meminta agar Presiden Jokowi mencopot Ahok dari jabatannya karena bikin gaduh.
Ini contoh orang yg kebakaran jenggot, entah ada apa sampai harus minta copot segala. Padahal logikanya, Jokowi tempatkan Ahok di Pertamina untuk mengawasi dan kalau bisa mengobrak-abrik oknum yg nakal.
Sayang aja Ahok cuma satu orang. Kalau ada 100 Ahok, Jokowi pasti tidak akan berpikir panjang untuk menempatkannya di semua BUMN untuk membongkar semua kebobrokan yg disembunyikan sejauh ini.
Dan sekarang, Ahok kembali bernyanyi. Kali ini yg menjadi korbannya adalah Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri.
Kekesalan Ahok ini karena Peruri yg juga merupakan BUMN meminta dana sebesar Rp 500 miliar untuk proyek digitalisasi paperless. "Sekarang saya lagi paksakan tanda tangan digital. Tapi Peruri masa minta Rp 500 miliar untuk proses paperless di kantor Pertamina, itu BUMN juga," kata Ahok.
Ahok geram, kemudian mengatakan dg nominal pengadaan proyek sebesar itu, Peruri tidak perlu lagi melaksanakan tugasnya dalam beberapa tahun ke depan. Dia juga mengibaratkan Peruri sebagai ular piton dan ular sanca.
"Itu sama aja udah dapet Pertamina enggak mau kerja lagi, tidur sepuluh tahun, jadi ular sanca, ular piton saya bilang," katanya.
Lebih lanjut Ahok menyebutkan, proyek digitalisasi seharusnya bisa dilakukan dg biaya yg jauh lebih rendah. "Itu kan enggak masuk akal seperti ini, Anda Peruri sudah dapat Rp 10 miliar, Rp 20 miliar sudah bagus," ucapnya.
Saya tidak tahu berapa harga sebenarnya dari proyek digitalisasi paperless yg dimaksud, dan seberapa besar proyeknya. Tapi kita anggap apa yg dikatakan Ahok adalah benar adanya. Perbedaan harga yg terlalu jomplang ini berarti sangat keterlaluan di luar batas kewajaran.
Hal seperti ini mungkin sudah bukan hal aneh lagi. Banyaknya anggaran yg dikeluarkan, kadang lebih mahal berkali lipat, atau tidak sesuai dg kondisi harga sebenarnya. Tak usah lihat terlalu jauh. Saat Ahok menjabat sebagai gubernur DKI saja dia berhasil membongkar banyaknya anggaran siluman dg angka yg sangat fantastis.
Sejujurnya, tanpa orang seperti Ahok, kita mungkin sampai saat ini tidak akan tahu seberapa masivnya praktik kotor seperti ini. Praktik pesta pora yg sudah berlangsung lama dan sudah menjadi budaya. Ahok berani bongkar ini dan tidak takut menghadapi konsekuensinya. Coba lihat gubernur yg sekarang, beranikah dia seperti Ahok? Terkesan adem ayem.
Memang begitulah Ahok, berani melawan ketidakberesan. Orang seperti dia sangat terbatas jumlahnya. Bahkan cukup langka. Makanya dimana pun dia berada, keberanian ini tidak pernah pudar. Sudah beberapa kali dia membongkar aib Pertamina. Berkat dia, kita jadi tahu apa yg salah dg BUMN saat ini.
Tentu kita harapkan Ahok akan terus membongkar kebobrokan seperti ini. Mungkin tidak akan menyelesaikan masalah, tapi setidaknya publik jadi tahu apa yg sebenarnya terjadi, yg sebelumnya tidak mereka ketahui. Setidaknya ini bisa menjadi landasan untuk menuntut transparansi atau alasan untuk membereskan orang² yg tidak beres. Parasit yg merugikan harus dimusnahkan, bukan?
Bagi yg marah², ngamuk apalagi sampai kebakaran jenggot, berarti kita sudah tahu ada yg kepentingannya terusik. Dimana ada Ahok, disitu ada banyak yg tidak senang dan mulai kegerahan. Dari awal belum ada kepastian menjabat sebagai Komut Pertamina saja, Ahok sudah ditolak banyak pihak.
Bagaimana kalau dia menjadi Direktur Utama? Bagaimana kalau jadi Menteri BUMN yg memelototi BUMN? Bagaimana lagi kalau sampai jadi Presiden? Semakin tinggi posisi Ahok berada, sebanding dg makin banyaknya orang² yg gerah dan melakukan perlawanan.
Maju terus Ahok, bongkar semua kebobrokan yg ada. Buka mata rakyat apa yg sebenarnya terjadi di dalam.
Bagaimana menurut Anda?
 
Sumber : Status Facebook Sri Darmayanti
Saturday, September 19, 2020 - 11:45
Kategori Rubrik: