Kalau Ditanya Siapa Gubernur Batavia Terkejam

ilustrasi

Oleh : Yettie Agustien

Sejarahwan pasti akan merujuk nama Herman Willem Daendels atau Denteles pelopor rodi (kerja paksa) hingga membunuh Bupati Sumedang, Pangeran Kusumadinata XI alias Surianagara III alias Pangeran kornel alias Asep Djamu. Perlawanan ini kemudian diabadikan menjadi dengan nama Cadas Pangeran.

Tetapi rekor Anies Baswedan alias Wahgabener alias Wan Abud alias Wan Aibon alias Gubernur Mayat juga tidak kalah menyeramkan.

Menggunakan segala macam cara demi meraih jabatan dengan fitnah dan keberingasan para anteknya, menjadikan pilkada DKI merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah Indonesia.

Masalahnya Anies bukanlah tipe pekerja laiknya Dandels. Karya-karyanya hanya sampah model Jaring Item, Tanggul Baswedan, Patung Bambu Getah-gerih orang begituan dsb.

Kebijakan selebihnya tidak lebih dari merongrong APBN dengan berbagai alasan. Sedang saat awal corona, pemrov DKI menimbun masker, mengacak-acak bansos membuat masyarakat kebingungan.

Kemudian jurus rem darurat efek kejut dengan memberlakukan PSBB tanpa izin pemerintah pusat membuat trilunan aset ISHG melayang, pengusaha nangis....

Dan tibalah saat ketika Jakarta mensponsori kedatangan "Porn Fugitive Indonesia" bahkan memfasilitasi maulid hingga pernikahan tanpa mengindahkan PSBB.

Entah berapa banyak jiwa yang melayang karena Si Gubernur Mayat.

Sebenarnya, di negara manapun ada kecenderungan bahwa Ibu Kota akan menjadi cluster penyebaran covid. Akan tetapi sang Gubernur memiliki alasan rasional yang bisa dimaafkan bukan menyebalkan.

Kabarnya Gubernur Mayat sedang dipanggil polda, semoga semuanya akan terhenti.

Toh sebenarnya titik api kerusuhan di negeri ini bukan di Petamburan tetapi ada di kantor Gubernur DKI.

Sumber : Status Facebook Yettie Agustien

Friday, November 20, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: