Kalah Dengan Hina

ilustrasi

Oleh : Widayat Wahyu Way

Itu yang bisa saya katakan.

Teriak curang ke setiap medsos, padahal mereka sendiri yang melakukan kecurangan, dimulai dari hoax ratna sarumpaet sd server KPU . Fitnah kepada kepala negara PKI dll adalah perbuatan keji , namun mereka halalkan dgn alasan kebebasan berpendapat.

Ketika tuduhan di pengadilan MK ,terjadi tanpa bukti dan saksi yg menguatkan dalil yg dituduhkan, kemudian di mentahkan di pengadilan, kemudian framing dan diksi dari mereka "menang dengan curang" digaungkan kubu kampret, sedangkan kami tetap berdoa dan sholat di tempat ibadah dengan Kusyu, mereka ibadah mulai di monas, gbk sampai dgn di jalanan.
Ketika MK memutuskan perkara karena lemahnya tuduhan mereka ttg kecurangan TSM, akal pikiran mereka tetap tidak terima. 
Itulah kami bilang mereka Kalah dengan Hina.
Orang hina lebih buruk dari binantang jika tidak menyadarinya kehinaannya.

Sebagai seorang muslim, di Al Quran termaktub , menuduh org lain tanpa bukti dan saksi yg kuat, maka disebut FITNAH.

2019 ini di era matrik digitilisasi bahkan sdh masuk ekonomi 4.0 , mau ke toilet umum pun semua sdh tergambar matrik nya.. . Janganlah dirimu ingin kembali ke jaman lampau dengan bangga pake yahoo massenger, senang dengan HP polyphonic Ericson utk shoot di camera membeli alat tambahan di HP nya.. Bangga dengan Blackberry, 
bahagia bisa belanja ke Giant Supermarket.

Bahwa mereka pernah besar di masa nya, BETUL. tapi tidak di jaman yang sudah dinamis sekarang.
Begitu pula otak anda, yg teriak ekonomi sulit jika hidup masih konvensional.
Hidup mengikuti perubahan jaman bro..

Sumber : Status Facebook Widayat Wahyu Way

Saturday, June 29, 2019 - 20:45
Kategori Rubrik: