Kala Tempo Berubah Jadi Buletin Pegawai KPK

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Saya adalah penggemar berat Majalah TEMPO sejak dahulu kala. Saat awal-awal kuliah saya sudah memaksakan diri menabung hanya untuk bisa membeli Majalah TEMPO. Bagi saya TEMPO merupakan referensi utama saya dalam berita apapun. Kekaguman saya terhadap TEMPO tidak pernah berkurang meskipun jaman sudah berubah. Saat bukan hanya TEMPO yang berani bersuara keras, tapi tetap saja TEMPO menjadi pembeda. Pendek kata TEMPO bagi saya "enak dibaca dan perlu".

Tapi saya mendadak mual dan kecewa melihat edisi terbaru dari Majalah TEMPO minggu ini. Dari gambar sampul yang terkesan menghina sampai isinya yang sangat memihak. Tiba-tiba saya melihat TEMPO seperti majalah murahan yang tidak mau bijak melihat persoalan. TEMPO sudah seolah menjadi polisi, jaksa dan hakim. Dengan menuduh Presiden Jokowi berbohong tanpa secara seimbang mau memahami esensi sikap dan concern Presiden Jokowi, TEMPO tak ubahnya hanya seperti BULETIN Mingguan Wadah Pegawai KPK.

TEMPO sudah kehilangan kehormatan sebagai media yang terhormat dan berwibawa. Karena TEMPO tidak berimbang lagi. Dan TEMPO sudah melampaui batas kepatutan dengan melakukan penghakiman sepihak tanpa dasar kepada Kepala Negara. Memberikan ilustrasi Jokowi dalam karikatur Jokowi berhidung panjang laiknya Pinokio, TEMPO telah menuduh Presiden Jokowi seorang pembohong. Sebuah tuduhan yang gegabah, tanpa dasar dan sangat memihak.

TEMPO tidak menyadari bahwa ada kepentingan sekelompok orang yang saat ini bergerombol manis di tubuh KPK yang ingin menguasai KPK untuk tujuan tertentu, dengan cara-cara 'playing victim' dan menjual isu pelemahan KPK. Padahal kalau TEMPO adil dan mau melihat secara detail butir-butir surat Presiden yang dikirimkan ke DPR terkait pendapat pemerintah dalam revisi UU KPK, seharusnya TEMPO mengakui tidak ada sebutir biji zarahpun ada niat Presiden Jokowi untuk melemahkan KPK.

Kali ini saya kecewa berat dengan TEMPO karena secara murah menggadaikan etika jurnalistik dan kredibilitasnya untuk membela kepentingan sekelompok orang manja yang tidak mau kenyamanan dalam kerajaannya diusik.

Akhirnya saya menyadari, TEMPO memang tidak seperti dulu lagi. TEMPO sudah tidak terlalu enak dibaca dan tidak perlu juga.

Sayang sekali....

Salam SATU Indonesia

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Wednesday, September 18, 2019 - 08:00
Kategori Rubrik: