Kala Sang Rajawali Patah Sayap dan Krisis Kepercayaan Diri

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Gugatan uji materi oleh RCTI dan INews di Mahkamah Konstitusi (MK) atas beberapa Pasal di dalam UU Penyiaran berpotensi menutup peluang para kreator di bidang platform internet (FB, YouTube, IG dll) untuk berkreasi dan memberikan edukasi. Salah satu konsekuensi APABILA gugatan mereka dikabulkan MK adalah netizen tidak bisa lagi menggunakan fitur siaran langsung (live) di media sosial kita. Karena harus ada izin dari regulator (negara).

Bagi saya ini adalah bentuk hilangnya kepercayaan diri dari Lembaga Penyiaran Swasta mainstraim karena kalah bersaing dengan media sosial (YouTube, FB dan IG, dll). 

Karena masyarakat saat ini realitanya lebih banyak menikmati tayangan YouTube dll dibanding menonton tayangan TV. Di sisi ini seharusnya disikapi bahwa fenomena ini terjadi karena masyarakat sudah muak dan mengalami 'un-trust' dengan tayangan dan berita di beberapa TV (tidak semua TV).

Seharusnya fenomena ini disikapi oleh Lembaga Penyiaran Swasta untuk introspeksi diri dan sekaligus melakukan perbaikan agar tayangan mereka bisa kembali merebut perhatian dari masyarakat. Bukan malah menggugat dan memberangus kebebasan kreasi masyarakat. Ini bentuk sesat pikir yang membahayakan.

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Monday, August 31, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: