Kajian VS Jumatan

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Salah seorang pengurus masjid cerita ke saya tentang kenapa Jumatan di masjidnya masih berlangsung, padahal kajian-kajian yang lain sudah disetop.

Dia cerita begitu lantaran saya bertanya, kenapa yang disetop hanya pengajian yang jamaahnya sedikit? Sedangkan Jumatan yang jamaahnya membeludak kok tidak distop?

Semula di ragu menjawab, tapi kemudian bilang,"Tapi ini rahasia nih pak ustadz, jangan cerita ke siapa-siapa, ya?".

"Ah, nggak janji", saya bilang.

"Ya sudah cerita juga boleh deh. Jadi gini, shalat Jumat itu tidak kita setop dulu, lantaran tiap shalat Jumat itu amat berharga bagi kita para pengurus".

"Berharga bagaimana?", tanya saya penasaran.

"Ya, berharga sekali. Kan kotak amal kita penuhnya memang pas Jumatan. Sekali gelar Jumatan, diam-diam kita bisa dapat uang masuk puluhan juta, lho", jawabnya sambil cengar-cengir.

"Terus kalau pengajian gimana?", saya tanya balik.

"Nah itu dia, pak Ustadz. Kalau pengajian, biasanya yang datang cuma beberapa gelintir doang. Yang masukin duit ke kotak amal juga tidak terlalu banyak. Padahal honor buat nara-sumbernya lumayan gede. Jadi kalau pengajian mau libur ya libur deh silahkan. Malah bagus biar jadi penghematan", katanya cengengesan.

"Tapi kalau bisa Jumatan mah jangan diliburkan, soalnya pendaringan kita disitu, ustadz", jawabnya polos.

Waduh, ini masjid apa topeng monyet ya?

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Monday, March 30, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: