Kado Pahit Kemerdekaan

ilustrasi

Oleh : Jeeno Alfred Dogomo

Tidak ada euforia kemerdekaan bagi orang Papua. Selama hampir 24 jam, 15 Mahasiswa asal Papua di Surabaya terkepung di dalam asrama. Pengepungan disertai dengan perusakan dan makian menggunakan nama-nama binatang. Pelakunya? Aparat TNI, Polri, Satpol PP, dan Ormas sipil reaksioner.

Mereka berlindung di dalam aula asrama selama berjam-jam, tanpa ada persediaan makanan dan minuman. Hingga akhirnya tiba 2 orang Mahasiswa Indonesia memberanikan diri bersolidaritas dengan mengirim bungkusan makanan. Usai memberikan makanan keduanya digelandang oleh kepolisian. Ternyata kasih sayang dan solidaritas antar sesama rakyat tertindas bisa menjadi perkara hukum di negara ini.

Hari berganti namun ke-15 mahasiswa masih bertahan di dalam asrama. Mahasiswa Papua yang tinggal di liar asrama mencoba masuk dan memberikan makanan pada saudara-saudaranya di dalam, sedangkan di luar pagar massa yang mengepung semakin bertambah banyak.

Polisi merangsek masuk dengan menjebol pintu belakang asrama sembari berkali-kali memuntahkan gas air mata. Sebanyak 43 orang di dalam asrama dipukuli dan digelandang menuju polres Surabaya. Akibatnya beberapa orang mahasiswa mengalami luka.

74 tahun terlepas dari kolonialisme bangsa Eropa dan fasisme Jepang nyatanya tidak menjadikan negara ini menjadi negara yang penuh dengan welas asih, namun sebaliknya malah turut berubah menjadi penjajah.

Tagar ini adalah ekspresi dari kami yang marah atas perlakuan semena-mena yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya.

#DirgahayuRI74
#DirgahayuIndonesia
#IndonesiaMerdeka #IndonesiaMerdeka74 
#PEN74JAH

Sumber : Status Facebook Jeeno Alfred Dogomo

Tuesday, August 20, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: