Kado 72 Tahun RI, N219 Terbang Perdana Dikemudikan Pilot Perempuan

Oleh: Tomi Lebang

 

Sehari menjelang peringatan hari kemerdekaan, Indonesia mendapatkan kado terindah dari para insinyurnya: terbang perdana pesawat N219 buatan bangsa sendiri.

Saat Presiden Joko Widodo sedang berpidato di Senayan, di landas pacu Bandara Husein Sastranegara di Bandung, pesawat N219 mengudara untuk pertama kalinya. Terbang berputar selama beberapa saat di ketinggian 8.000 kaki, pesawat ini kemudian mendarat dengan mulus.

Dan pilot yang berani menerbangkan pesawat purwarupa ini adalah seorang perempuan penerbang Indonesia, Captain Esther Gayatri Saleh.

 

 

N219 dibangun PT Dirgantara Indonesia dengan melibatkan sekitar 300 insinyur ahli pesawat dan penerbangan Indonesia, tanpa melibatkan satu pun ahli pesawat dari luar negeri. “Tenaga lokal semua, campuran senior dan junior,” kata Direktur Utama PTDI, Budi Santoso.

PTDI berpengalaman mengembangkan N250 pada periode 1990-an di era kepemimpinan Menteri Riset dan Teknologi, B.J. Habibie. Bedanya, pengembangan N250 saat itu masih melibatkan ratusan insinyur pesawat dari luar negeri.

Kabarnya, proyek N219 ini menelan biaya setengah triliun rupiah yang didukung oleh PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN).

Selamat untuk PT DI, selamat untuk Captain Esther, Dirgahayu Republik Indonesia.

 

(Sumber: Status Facebook Tomi Lebang)

Wednesday, August 16, 2017 - 19:00
Kategori Rubrik: