Kabar Baik Soal Pandemi

ilustrasi

Oleh : Alim

Senin pagi, ada dua kabar baik yang saya dengar dari beberapa teman yang ahli. Pertama soal metode pemeriksaan, kedua soal vaksin.

Kabar pertama datang dari rekan Ahli Mikrobiologi Klinik. Saat ini tengah dikembangkan di Jogja, metode pemeriksaan SARSCov2 menggunakan sampel ludah jadi yang diperiksa tidak perlu dimasuki cotton bud panjang melalui hidung dan telaknya. Metode ini kira2 hanya butuh 1 jam untuk mendapatkan hasilnya. Tentu dalam satu jam bisa mengerjakan banyak sampel sekailgus. Prosesnya seperti di gambar.
Secara kualitatif bisa menentukan positif/negatifnya, secara kuantitatif bisa juga mendapatkan viral load dan Ct valuenya bila dilanjutkan dengan alat PCR.

Kedua, perkembangan metode pembuatan vaksin saat ini sudah jauh lebih baik dari zaman SBY dulu, eh zaman saya SD dulu. Dulu untuk membuat vaksin itu dengan cara inaktivasi virus. Lalu dimasukkan ke tubuh. Efek sampingnya bisa seperti kena virus beneran meski lebih ringan, lalu kadang perlu booster untuk memperpanjang waktu keberadaan anibody di dalam tubuh. (Setahu saya ini yang dipakai Sinovac yg kerjasama dengan Biofarma).

Kemarin ngobrol dengan seorang Profesor farmokologi soal vaksin, kemudian saya baca laporan terkait yang kami bicarakan. ( https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT04386252 ),
Di Amerika sudah dikembangkan metode pembuatan yang lebih advanced, yaitu menggambil bagian tertentu dari virus lalu dikembangkan jadi vaksin. Yang baru bagi saya, pemberian vaksin ini dengan cara mengambil sedikit darah dari pasien, dicampur dengan vaksin di luar tubuh untuk menghasilkan reaksi tertentu, baru kemudian dimasukkan tubuh. Ini dikatakan lebih aman dan pasti cocok dengan orangnya. Kelebihan lainnya, ini hanya diberikan 1x, tidak perlu vaksinasi booster. Jadi meski lebih mahal secara satuan, tapi secara total jadi lebih murah.

Kabarnya, pekan depan akan ada pertemuan penjajakan kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk peluang uji tahap 3, seperti Sinovac itu.
Ini menarik, agar masyarakat mendapatkan banyak alternatif, dengan tingkat keterpercayaan yang tinggi. Sesungguhnya bagus kalau ada pihak lain lagi, misal dari Eropa, agar makin banyak alternatif dan tidak terjadi monopoli. (Sementara vaksin Merah Putih, saya belum update kabarnya).

Tentu sebagai kabar, kita akan ikuti terus, semoga menjadi kenyataan yang membahagiakan.

Satu lagi kabar gembira bonus: sarapan saya pagi ini enak..

Sumber : Status Facebook Alim

Tuesday, August 11, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: