Kabar bahwa Sunni-Syiah di Timteng selalu Berkonflik itu Bohong!

Oleh: Sumanto Al Qurtuby
 

Umat Islam di Indonesia jangan mau dibodohi apalagi "diadukambing" oleh kelompok tertentu tentang konflik Sunni-Syiah di Arab dan Timur Tengah. Jika ada para tokoh / ulama, kaum "cerdik-pandai" mengatakan bahwa di Timur Tengah, kaum Sunni dan Syiah selalu konflik, berseteru, dan berperang adalah bohong besar. 
Ulangi: Bohong besar!

Saya tidak pernah lelah untuk menyuarakan hal ini karena saya melihat dan membaca di berbagai media online misalnya, sejumlah tokoh, masyarakat, dan kelompok Muslim tertentu di Indonesia sudah mengalami "overdosis kebencian" baik terhadap kaum Syiah maupun Sunni. 

Bagi kelompok "pro-Iran" menyebarkan aneka berita dan informasi dusta tentang penderitaan kaum Syiah di kawasan Timur Tengah. Sementara bagi yang "pro-Saudi" dan "kontra Iran" mengatakan kaum Syiah adalah "umat bunglon" yang bergonta-ganti warna alias munafik, membahayakan tatanan sosial, sekaligus kapir-sesat yang harus dibumihanguskan dari muka bumi.

Mengatakan bahwa kaum Sunni di Arab/Timur Tengah selalu membenci, memburu, dan memerangi umat Syiah adalah "propaganda murahan". Demikian pula, mengatakan kaum Syiah selalu menjadi "target kekerasan" Sunni di Arab / Timur Tengah juga merupakan "kebohongan publik" yang patut dicurigai motivasi dan tujuannya.

Konflik di Arab dan Timur Tengah adalah sangat kompleks dan beragam yang melibatkan banyak faksi, kelompok, dan aktor: tidak melulu Sunni-Syiah. Dan kalaupun ada ketegangan antara sejumlah faksi dalam Sunni maupun Syiah tidak ada hubungannya dengan masalah akidah-keagamaan, melainkan lebih pada masalah ekonomi & politik. Kalau ada "kelompok Islam" yang anti-Sunni atau anti-Syiah pasti dari "golongan radikal-ekstrim" atau kelompok milisi dan veteran perang. Perlu juga untuk dicatat banyak faksi dalam Sunni maupun Syiah di berbagai negara di kawasan Arab dan Timur Tengah yang saling berkoalisi dan bekerja sama untuk menciptakan stabilitas sosial dan keamanan regional di wilayahnya masing-masing.

Apa yang saya katakan ini adalah untuk menegaskan bahwa tidak ada kelompok agama di dunia ini yang bersifat seragam, tunggal, dan monolitik (faksinya, pandangannya, sejarahnya dan seterusnya). Karena itu sangat disayangkan jika ada sejumlah tokoh tertentu yang dengan heroiknya melakukan "kampanye kebencian" dan menggiring masyarakat agar membenci umat Syiah atau Sunni.

"Masyarakat bawah" itu tidak membutuhkan keributan. Yang mereka perlukan adalah kedamaian. Damai itu membawa mereka bercengkerama, "ngopi" dan "ngeteh" bersama seperti foto di bawah ini dimana warga Sunni maupun Syiah di sebuah kawasan di Saudi sedang "jagongan" sambil udut (ngerokok), ngopi atau ngeteh di sebuah warung kopi & teh yang sederhana dan sudah menjadi tradisi dan kebiasaan warga setempat selama bertahun-tahun...

(Sumber: Facebook Sumanto Al  Qurtubi, Penulis adalah Doktor ilmu Cultural Anthropologist di King Fahd University of Petroleum & Minerals (Jabal Dhahran, Arab Saudi)

Tuesday, April 19, 2016 - 11:45
Kategori Rubrik: