Jurus SBY, Viktimisasi dan Curhat

REDAKSIINDONESIA-Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi menilai, bukan hal baru jika Presiden keenam RI Soesilo Bambang Yudhoyono melakukan curhat ke publik.

Menurut Kristiadi, sejak masih menjabat Presiden, terutama dalam periode kedua, SBY memang selalu memviktimisasi diri atau menjadikan dirinya sebagai korban.

"Kok heran (curhat)? Kan salah satu jurus SBY selalu viktimisasi diri. Memang suka curhat ke publik," kata Kristiadi saat dihubungi, Jumat (19/2/2016).

Ia menilai, pemerintahan Joko Widodo saat ini tentu sudah merasakan beban yang ditinggalkan pemerintahan SBY. 

Beberapa di antaranya, misalnya, terkait kasus Bank Century dan kasus wisma atlet yang menyeret nama mantan Bendahara Partai Demokrat, M Nazaruddin.

Begitu pula dengan pemberian grasi yang tertunda atas terpidana narkoba. 

Menurut dia, wajar jika pemerintahan Jokowi merasa terbebani dengan masalah-masalah tersebut dan akhirnya menyalahkan pemerintahan lama.

"Jadi sebetulnya SBY memetik buah dari apa yang dia kerjakan," kata dia.

Adapun mengenai sikap SBY yang kerap memviktimisasi dirinya, menurut Kristiadi, seperti ungkapan Jawa, "Ciri wanci lelai ginawa mati".

Sikap SBY dan citra orang baiknya yang ingin menyenangkan semua orang merupakan bawaan lahir dan tak bisa diubah. 

"Tapi itu keliru. Tidak ada pemimpin yang bisa menyenangkan semua orang. Cuma pelawak yang bisa begitu," kata dia.

Lewat Twitter, SBY kembali merasa pemerintahannya selama 10 tahun dijadikan kambing hitam oleh pihak penguasa. Ia tidak menyebut siapa pihak yang dimaksud.

Tanpa juga memberi contoh, SBY menyebut bahwa berbagai masalah yang sekarang muncul dikatakan warisan atau akibat kesalahan pemerintahan SBY.

Pada Desember 2014, Ketua Umum Partai Demokrat itu pernah mengungkapkan hal senada. Saat itu, nilai tukar rupiah tengah terpuruk terhadap dollar AS.

Hasil pengamatannya, SBY merasa dijadikan kambing hitam atas situasi ekonomi saat itu, terutama oleh pembantu Presiden Joko Widodo.

(Sumber: Kompas.com)

Friday, February 19, 2016 - 12:45
Kategori Rubrik: