Jurus Menhub Pangkas Dwell Time di Pelabuhan

REDAKSIINDONESIA-Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, hari ini memanggil direksi PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV. Tujuannya untuk mengevaluasi masalah dwell time atau bongkar barang dari kapal hingga keluar pelabuhan.

Ada beberapa keputusan yang diambil untuk menyelesaikan masalah lamanya dwell time di pelabuhan-pelabuhan. Pertama, Pelindo I-IV diminta memenuhi peralatan-peralatan agar kapasitas pelabuhan dapat dimaksimalkan. Apabila ada peralatan yang kurang, mereka harus melengkapinya.

"Menindaklanjuti arahan Presiden (Joko Widodo) di Tanjung Priok kami, melakukan beberapa hal. Untuk yang pertama, kita lakukan komitmen dengan 4 Pelindo. Apakah peralatan mereka memenuhi syarat dengan kapasitas pelabuhan yang didukung. Kalau tidak perlu improvement," kata Budi Karya dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Kemudian, Budi meminta pelabuhan-pelabuhan besar beroperasi 24 jam. "Kedua, kita harapkan pelabuhan yang besar-besar operasi 24 jam. Pelabuhannya buka, pekerjanya ada. Pelabuhan buka bisa dilakukan, pekerja mesti digaji memadai agar bisa 24 jam," tukasnya.

Ketiga, Pelindo I sampai IV diminta menurunkan tarif di pelabuhan. "Berikutnya tarif, kita akan buat sesi khusus karena kita ingin tarif yang kita terapkan di masing-masing Pelindo lebih kompetitif," cetus Budi.

Keempat, truk-truk yang mengangkut barang milik importir akan diatur agar bisa datang lebih cepat. "Berikutnya trucking, selama ini selalu jadi kambing hitam karena importir datang dengan truk setelah sekian jam. Saya minta dicari jalan keluar," ucapnya.

Kelima, pungutan-pungutan liar (pungli) akan diberantas. Budi meminta pihak-pihak yang menarik pungli di pelabuhan ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. "Terakhir pungli. Itu sudah kita haramkan, beri punishment untuk yang melakukan hal tidak terpuji itu," tutupnya. (detik.com) **

Sunday, September 18, 2016 - 17:00
Kategori Rubrik: