Jurus Dewa Mabuk Amien Rais

ilustrasi

Oleh : Rowie Sujudi

Bergelar Tokoh Reformasi. Amien Rais sebenarnya bukan figur pergerakan yg hidup di sel-sel simpul massa. Amien Rais lebih dekat dunia kampus yg bergelut pada teori-teori tekstual. Prinsip politiknya rapuh, jago membisik dan memprovokasi. Pikirannya pragmatis. Wajar jika angkatan 98 lebih sreg menyebutnya oportunis, ketimbang seorang reformis.

Amien Rais selalu punya tali untuk mengaitkan dirinya pada momentum politik. Sebut saja ketika membentuk poros tengah untuk menjegal Megawati dan menaikkan Gus Dur sebagai Presiden - sekaligus menjatuhkannya. Dia juga pernah nyapres pada tahun 2004 dengan hasil yg menyedihkan. Hingga akhirnya berlabuh menjadi dukun spirituil Prabowo dan pembenci Jokowi.

Amien Rais punya banyak cara membuat orang merasa istimewa. Dia pintar membaca keadaan dan lihai menunggangi situasi. Bahkan menjelang hari pencoblosan, dia sibuk melakukan provokasi ; menggalang gerakan people power. Sebuah gerakan yg bisa diartikan bahwa Amien Rais kini sedang butuh tunggangan.

Tunggangan itu dia butuhkan karena elektabilitas PAN tidak beranjak dari zona merah 4% elektoral threshold. Beberapa hasil survei yg dirilis hanya menempatkan PAN di angka 3%, bahkan kurang.

Tunggangan itu dia butuhkan karena Muhammadiyah memilih bersikap netral dalam pemilu. Jadi jangan heran kalau Amien Rais ingin menjewer Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir yg menyatakan maklumat itu.

Tunggangan itu dia butuhkan karena tau betul Prabowo akan kalah dalam pemilu paling brutal sepanjang sejarah negeri ini berdiri.

Kelakuan gelandangan politik memang sangat lucu. Mereka pada ribut sendiri. Hoax disebar. KPU dikepung. Bawaslu diprotes. Presiden dihujat. Jibril diajak kampanye. Tuhan diancam.

Kemarin minta wasit luar negeri. Sekarang menggalang gerakan people power untuk menunggangi. Padahal pertandingan belum dimulai.

Kan tai...?!

#amisrain

Sumber : Status Facebook Rowie Sujudi

Saturday, April 6, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: