Jumlah Korban Jiwa Arus Mudik Turun Drastis

Ilustrasi

Pemerintahan Joko Widodo ternyata berhasil menekan angka korban jiwa dalam arus mudik. Selama 2 tahun pemerintahan Jokowi, tingkat korban meninggal dunia secara drastis dapat dikurangi secara signifikan. Bandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya kita akan tercengang.

Merilis data yang diungkap Tempo, arus mudik tahun ini korban meninggal ada 173 orang sementara tahun lalu masih di angka 229 jiwa. Dari jumlah tersebut 53 persen korban jiwa terlibat kecelakaan dengan mengendarai roda dua.

Sayangnya banyak media tidak memblow up data ini.

Mereka malah meributkan soal kemacetan di Brebes Timur atau Brexit (Brebes Exit) yang memang ditingkat Polres belum berpengalaman menangani arus mudik.

Berkurangnya angka kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan korban jiwa karena berbagai kebijakan yang sudah dilakukan. Sebut saja perbaikan infrastruktur yang massif, pembukaan tol baru, perbaikan layanan angkutan umum serta lainnya.

Dalam 10 tahun terakhir angka korban akibat kecelakaan lalu lintas paling sedikit diatas 500 jiwa dan itu angka yang cukup besar.

Berturut-turut, tahun 2010 angka korban meninggal masih 632 jiwa, kemudian 587 (2011), melonjak 908 (2012), turun menjadi 686 (2013) dan 2014 lalu mencapai 657 jiwa. Dan sejak Joko Widodo menjadi Presiden, korban meninggal berhasil ditekan hingga dibawah 230 nyawa bahkan tahun ini hanya 173 jiwa.

Sayangnya, media banyak tidak membedah data-data ini sehingga masyarakat tidak melihat perubahan yang signifikan.

Dan masih tingginya korban jiwa lebih banyak dipengaruhi faktor perilaku serta kondisi kendaraan. Artinya kebijakan dan perbaikan infrastruktur seperti apapan tanpa perubahan perilaku seperti menyerobot, nekad mengemudi meski mengantuk dan lainnya masih dilakukan akan tetap membuat korban jiwa.

Oleh sebab itu harus ada dukungan dari masyarakat untuk makin mengurangi kasus meninggal dunia sia-sia.

Thursday, July 7, 2016 - 17:45
Kategori Rubrik: