Jumhur Ulama Medis

ilustrasi

Oleh : Alim

Istilah yang mafhum di dunia agama Islam ini menurut saya juga berlaku di dunia medis dengan bentuk yang mungkin agak berbeda.

Di dunia medis ada perhimpunan-perhimpunan keahlian ilmu kesehatan dari preventif (pencegahan dan pengendalian, kuratif (pengobatan), paliatif (end of life management) sampai penanganan pasca kematian. Dari ahli epidemiologi sampai perhimpunan ahli forensik yang mengelola pasien yang telah mati. Di Indonesia ada tak kurang dari 50 perhimpunan dokter dan masih banyak perhimpunan profesi kesehatan lain.

Perhimpunan-perhimpunan ini berperan selain untuk meningkatkan pengetahuan anggotanya melalui Continuing Medical Education, juga sebagai otoritas keilmuan yang menjaga para anggotanya "berjalan di jalan yang benar", menjaga profesionalitas.

Perhimpunan ini bukan barrier mutlak. Meski saya dokter anestesi hari ini saya ikut seminar mengenai vaksin yang diselenggarakan oleh PAPDI, perhimpunannya para dokter penyakit dalam. Di waktu lalu saya juga ikut di acara perhimpunan dokter emergensi dll.

Untuk masyarakat umum, sesungguhnya ini bisa bermanfaat untuk mendapat informasi yang sahih, mengingat yang disampaikan dalam forum perhimpunan itu konten dan koridornya ilmiah, agak beda dengan statemen pribadi di media sosial.

 

Sekarang banyak seminar yang diselenggarakan perhimpunan ahli itu bisa diakses di youtube. Masyarakat bisa mengikuti perkembangan covid, misalnya, dari forum "jumhur ulama medis" yang narasumbernya para sub-spesialis dan profesor.

Sebagai contoh tadi yang saya ikuti pembicaranya para profesor Spesialis Penyakit Dalam.
Tentu ini bernilai keilmuan yang tinggi, tidak bisa disetarakan dengan penjual recehan hipotesis konspirasi yang diecerkan di medsos, yang bahkan bisa tidak jujur dalam menyampaikan isi sebuah jurnal, misalnya.

Tentu saja tidak semua yang disampaikan dalam forum ahli bisa dipahami dengan mudah oleh masyarakat mengingat banyak istilah dan konsep yang harus dipelajari dulu sebelum bisa mengikuti apa yang disampaikan oleh profesor-profesor tadi. Tapi setidaknya, nilai validitasnya bisa diandalkan.

Sumber : Status Facebook Alim

Monday, October 26, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: