Jumhur dan BNP2TKI Story

ilustrasi

Oleh : Prasetyo BoediFrast

BNP2TKI didirikan berdasarkan UU n0. 39 TH 2004 untuk mengatur penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri- itu kejadian di awal2 SBY mejadi presiden. BNP2TKI resmi berdiri sejak 2006 dengan di ketuai oleh Jumhur Hidayat yang menjabat sampai sekitar 2013 ( 7 tahun lebih)--sekitar tahun 2010-an terjadi keramaian antara SBY dengan Jumhur Hidayat ini bahkan Jumhur hampir saja di pecat akibat skandal keuangan (pungli) dalam penyelenggaran pengiriman TKI ke Korea Selatan. Tapi batal di lakukan karena kemudian Jumhur (yang punya massa di kalangan buruh) melakukan demo ke Cikeas & Istana dan selain mengancam melakukan demo panjang dia juga melakukan lobi-lobi ke Istana dengan di fasilitasi kepala Rumah tangga Kepresidenan di sebut2 melakukan lobi2 ke Almarhumah bu Ani.

Dan gak jadilah pemecatan Jumhur dari BNP2TKI.

Siapakah Jumhur Hidayat ??kok punya kekuatan yang hebat sampai2 bisa membuat SBY tak jadi pecat dia?
Sekilas saja saya ceritakan CV Jumhur di kancah perpolitikan Nasional?

Sejak masa mudanya Jumhur adalah aktivis Mahasiswa--dulu di tahun 1989 pernah di penjara akibat demo aksi penolakan kepada Menteri Dalam Negeri era Orba Rudini --dia di tangkap bersama sohib2nya di antaranya Fadjroel Rachman, Arnold Purba, Supriyanto alias Enin, Amarsyah, Bambang Sugiyanto Lasijanto, Lendo Novo, A.Sobur, Wijaya Santosa, Adi SR, dan Dwito Hermanadi.
Jumhur Hidayat juga bergabung di organisasi buruh dengan menjadi Wakil Ketua Umum KSPSI.
Jumhur juga pernah aktif di CIDES (Center for Information and Development Studies) pada awal 1993, sebuah lembaga pusat kajian pembangunan yang dibidani tokoh-tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).(di CIDES inilah Jumhur bisa intens berhubungan dengan tokoh KAMI yakni Din Syamsudin -- ini cerita lain lagi moga2 saya ada mood utk bahas itu--sebetulnya tentang CIDES sudah pernah saya bahas di akun lama yang tumbang).
Jumhur Hidayat saat itu menjadi direktur eksekutif dengan Adi Sasono sebagai Ketua Dewan Direktur CIDES dan menjadi editor untuk sejumlah judul buku.
Di masa awal reformasi saat banyak berdiri partai politik baru, Jumhur pernah bergabung ke Partai Daulat Rakyat yang didirikan Adi Sasono dengan menjadi sekjen partai. tapi Di Pemilu 1999, partai ini mendapatkan satu kursi di DPR RI dan kemudian bubar.

Kemudian 2013 Jumhur lompat pagar setelah sebelumnya ikut SBY dan dekat dengan Partai Demokrat tiba2 Jumhur masuk ke PDI_P dengan di fasilitasi oleh Fadjroel Rachman Jumhur merapat ke Jokowi bahkan jadi timses Jokowi utk pemenangan di periode satu akan tetapi setelah Jokowi menang ternyata Jumhur tak kunjung dapat bagian kue kekuasaan.
Kita bahas sepak terjang Jumhur lain kali saja -- Sekarang kita kembali ke topik BNP2TKI.

Selama menjabat jadi ketua BNP2TKI sebetulnya tidak ada prestasi yang cemerlang hingga patut di rekomendasikan ke jenjang yang lebih tinggi misal jadi Dirjen atau Staf Menteri atau bahkan jadi Menteri. Justru yang mengemuka adalah banyaknya skandal-skandal dan perilaku koruptif di tubuh BNP2TKI.Dengan mengajak serta adiknya Agung dan sohib kentelnya Chandra boleh di katakan mereka mengalami panen raya di BNP2TKI ini. Bahkan 2010 SBY sempat sampai marah besar dalam acara dialog dengan TKI di kualalumpur SBY bahkan memerintahkan Menkopolhukam dan Polisi untuk segera menangkap Jumhur Hidayat dan Kawan2 mafia-nya. Bahkan sampai di buatkan sebuah tim khusus untuk menangani kasus Jumhur Hidayat ini. Tim Khusus untuk menangani Pemerasan TKI dan suap ini di ketuai oleh Dir Bareskrim I Brigjen Bachtiar H Tambunan yang segera menyelidiki prktek kerja TKI di mulai lewat penyelidikan Pemalsuan identitas (umur terutama) calon TKI, Korupsi asuransi TKI, penipuan bahkan sampai pemerasan kepada calon TKI yang mau berangkat utk mulai bekerja.
Bukti2 Praktek mafia yang melibatkan Jumhur Hidayat Cs di BNP2TKI ini juga melibatkan oknum ditjen Imigrasi, perusahaan asuransi & broker asuransi, oknum anggota DPR dari komisi IX, calo-calo TKI yang sebetulnya sudah terkumpul tinggal tangkap saja tapi entah kenapa kemudian tidak ada kelanjutanya.

Ini kemudian memunculkan dugaan karena ;
1). Lobi-lobi yang di lakukan melalui staf Kepresiden SBY ke Bu Ani berhasil (bahkan sempat beredat rumour itu juga melibatkan setoran yang jumlah cukup banyak).
2). Dan yang mengejutkan adalah adanya hubungan persaudaraan antara keluarga Jumhur Hidayat ini dengan Brigjen Bachtiar H, Tambunan yang terbongkar setelah Brigjen Bachtiar tidak sengaja kelepasan ngomong jika Jumhur masih ada hubungan kekerabatan dengan dirinya.

Kasus pungli ini di tutup karena menurut Dir Bareskrim I Polri ini karena tidak melibatkan duit APBN lebih lanjut disebutkan tidak ada kerugian negara dari praktek pemerasan dan suap yang di lakukan oleh Mafia2 TKI itu. Semua uang yang di nikmati mafia TKI itu adalah uang dari para TKI yakni berasal uang dari premi asuransi yang besaranya di naikan jadi 50% lebih besar dari jumlah 400 ribu per TKI itu.
Terus apakah cuma itu (asuransi) praktek koruptif Mafi TKI ?? ooooh jelas tidak fergusso masih ada praktik2 lain (modus2 lain) diantaranya adalah :
Modus pertama ; Pungutan 5-11 Juta per TKI melalui skema G to G yang berkedokan Program pemerintah.

Pemerasan dengan modus bantuan kelulusan TKI yang melakukan test di jadikan dasar untuk memungut duit 5-11 juta dari para TKI. Cara kerjanya bagaimana? Program bantuan kelulusan ini sebtulnya liar atau ilegal tapi karena yang menjalankan adalah Adik dan sahabat Jumhur dengan back up dari direktur Penempatan BNP2TKI ini menjadikan seolah-olah program ini adalah legal. Agung & Chandara + Dir Penempatan BNP2TKI rajin melakukan rod show kedaerah-daerah mencoba menghubungi lembaga swasta pengiriman dan penempatan TKI di er juga beserta sponsornya dengan membawa program G to G yang waktu itu sudah di tandatangani dengan pihak korea akhirnya berhasil banyak memaksa lembaga2 swasta biro2 TKI itu mau bekerja sama dengan BNP2TKI ini dengan kutipan 5-11 Juta per TKI setiap peserta di jamin bisa lolos test dan bekerja di korea selatan dan yang tidak mau ikut program ini harapanya kecil bisa mengirim TKI ke korsel.

Berapakah kira-kira uang yang berhasil di raup dari program "bimbingan test Abal-abal ini" (ini mirip dengan bimbel pelajar sih sekilas) karena salah satu syarat bisa jadi TKI di korea melaui program G to G itu hrus lulus ujian tertulis misal test bahasa korea -- bisa di bayangkan kalau tiap tahun TKI kita yang di kirim dari program G to G ini antara 9000 -11.000 TKI dn taruhlah yang ikut program itu 60% di kalikan dengan 5-11 juta rupih?? wow puluhan milyar itu......

Program kelulusan ini sebetulnya hanya pembocoran jawaban setelah sebelumnya pihak BNP2TKI menyiapkan soal ujuian pilihan berganda sama sekali tidak ada bimbingan test-nya program spt itu berlangsung sampai 2012.---akhirnya kecurangan ini ketahuan oleh pihak korea yang menimbulkan kemarahan pihak pemerintah Korea ini diakibatkan kecurigaan akan lembar jawab yang seragam dan yg heboh adalah ada peserta yang lupa silent HP isi jawaban saat ada pengawas ujian dari korea di ruang ujian. Ini yang akhirnya mengakibatkan Blacklist TKI indonesia untuk pengiriman ke korea hingga akhirnya sampai ke telinga SBY.

Masalah berlanjut adalah para Calon TKI yang kena blacklist korea menuntuk pengembalian uangnya yg di kisaran 5-11 juta itu ( oke ini akan saya bahas kapan2 karena dari sini terungkap money laundry duit pungli itu melalui show room mobil punya adik jumhur hidayat).
Adakah modus lain program keruk duit dari BNP2TKI era Jumhur ini? oh masih ada dan banyak lagi modus2 lain....
Yang kedua ; Pungutan lain dari pengiriman data TKI yang mau bekerja di korea , pengiriman data yang sering kita kenal dengan istilah "SENDING" kira2 berapa tarifnya? untuk yang legal di kenai tarif 2,7 Juta dan yang ilegal atau minta di percepat itu sampai kisaran 7 juta.

Yang ketiga; BNP2TKI minta kick back dari ruangan kampus yang di pakai jadi tempat ujian para calon TKI . Biaya ujian untuk per TKI adalah US $ 25 , Bagian untuk Korea adalah USD 19dan untuk kampus yang di pakai USD 6 dan Jumhur cs minta kick back untuk BNP2TKI antara USD1-2 ini di kalikan peserta ujian yang mencapai 25.000 orang bahkan pernah sampai 47.000.
Masih ada lagi? oh masih ada marimar......

Yang keempat ; adalah modus pungutan biaya tiket di luar biaya deposit yang 5,3 juta. Dengan Kuota TKI G to G itu sampai 10 ribu orang monggo di kalikan dengan duit pungutan tiket itu sebesar 3 Juta rupiah.....

Huftt masih ada lagikah pengerukan duit TKI oleh mafia BNP2TKI itu ...ada tapi saya udah capek nulisnya

Sumber : Status Facebook Prasetyo BoediFrast

Thursday, October 22, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: