Jual Stempel Halal

Oleh: Farid Hilmy Rosidi
 

Ini terjadi pas saya tadi lagi maem. Dapet nasi bungkus dari rapat pagi (padahal ndak ikut), namun tak lahapnya untuk makan malam. Rukun pengiritan, maklum anak kost. Di tengah-tengah saya melumat rejeki Tuhan berupa nasi, ayam, rendang, dan mie, saya sambil termenung kira-kira ayam ini halal ndak ya.. Karena sebagai anak badboy syariah, tentu sudah jadi hal lumrah hingga membuat hati saya gundah.

Bukan tentang perkara penyembelihnya nyebut nama Allah atau nama mantan, bukan, tapi perkara wajan yang digunakan untuk menggoreng udah dicap halal apa belum.. Terus yang kedua, dari sisi ayamnya ini sendiri halal apa ndak. Bukan tentang perkara ayam hasil morotin dompet pacar, bukan kok, bukan. Tapi ntah ayam ini barangkali waktu hidup makannya ndak karuan, paruhnya nutul-nutul sembarangan, ntah melumat suwiran daging babi yang tertutup debu tanah.

Kan gaswat, kalo daging babinya masuk ke kerongkongan si ayam lantas mengalami proses kimiawi dalam lambung pencernaan, kemudian si ayam ini hidupnya berakhir hanya menjadi pelampiasan budak nafsu lapar saya, ya begitulah kerasnya hidup, kasihan ayam yang tak berdaya, karena seolah terjebak oleh budaya patriarkal dalam susunan rantai makanan. Kalo kucing si ndak masalah, kan udah ada makanan kucing yang berlabel halal, so ndak jadi beban akal.

Tuh saya jadi galau kan. Beruntunglah saya adalah anak yang setrong, selalu kuat dan bersemangat menghadapi tiap peliknya permasalahan hidup. Noh buktinya daging ayamnya tetap habis disikat dalam waktu singkat. Hanya pisang yang saya sisakan. Nah, pada saat perenungan dunia-akhirat dalam ritus makan malam tadi, saya mendadak memperoleh pencerahan atas kiriman gambar iseng seseorang. Seolah Jibril membisikkan sesuatu di samping telinga saya, setelah kepala saya paksa untuk menoleh, ternyata cuma dengung seekor nyamuk.

Beginilah ilham pencerahannya. Hidup pada zaman di mana komersialisasi surga harganya semakin melejit dan juga semakin diperumit, saya hendak memberikan alternatif berupa stempel halal. Gambar berikut adalah desain awalnya, lengkap dengan pakaian syar'i, untuk masalah finishing dapat dipikir nanti.

Ada yang berminat? Harga mahasiswa, bayar aja seikhlasnya, sekalipun bayar dengan senyum dan separuh hatimu pun juga ndak apa-apa. Yang berminat beli ya silahkan, yang ndak berminat untuk beli ya silahkan PHP aja nawar-nawar harga lalu mendadak ngacir hilang tanpa jejak. Terima COD, terima onlen, terima bayar belakangan juga ndak apa-apa. Pokoke sak bahagiane ati lan awakmu ae lah, nek aku dewe ngko urusan gampang.

Yang penting jangan pisangnya lho! Nggak dijual, toh panjangnya cuma 12 senti, dan juga agak miring ke kiri. Mau buat cemilan tengah malam nanti.

(Sumber: Facebook Farid Hilmy Rosidi)

Thursday, February 11, 2016 - 13:00
Kategori Rubrik: