Jonru Tetap Dilaporkan Fotografer Presiden, Meski Sudah Minta Maaf

 

REDAKSIINDONESIA - Fotografer Agus Suparto akan menuntut Jonru ke ranah hukum karena telah melecehkan integritas dan profesionalisme seorang juru foto istana kepresidenan.

Pasalnya, Kader PKS yang hobi membuat kehebohan di media sosial, Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru telah menuduh bahwa foto Presiden Jokowi yang memakai sarung di Raja Ampat tanpa alas kaki sambil menyaksikan matahari terbit dan memberi makan ikan di tepi dermaga, adalah editan. Terkait masalah itu fotografer Pak Presiden tidak terima hasil jepretannya disebut sebagai editan photoshop, dan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Memang Jonru sudah kelewatan. bukan kali ini saja dia menyebarkan hoax. Sudah berkali-kali. Dalam kasus foto tersebut, mendadak Jonru meminta maaf kepada Presiden Jokowi. Ia mengaku salah karena telah menuding foto Jokowi di dermaga Pantai Waiwo Raja Ampat Papua Barat, tidaklah asli. Dengan alasan berbelit-belit, ia menghapus postingannya lalu minta maaf.

Jika semua pelaku kejahatan minta maaf dan bisa dilepaskan begitu saja maka penjara akan kosong dan polisi tak ada kerjaannya. Sebaliknya, walau Jonru telah menghapus postingan tuduhan itu di dinding fanpage Facebook-nya, tapi tuduhan itu sudah terlanjur disebar oleh pengikutnya yang berjumlah ratusan ribu.

“Mau sembunyi ke mana pun akan saya kejar dan saya  tuntut secara UU” kata Mas Agus geram melalui akun Facebook, Sabtu (2/1/2016).

Yang muncul sekarang adalah permintaan maaf Jonru, "Saya minta maaf kepada teman-teman sekalian jika ada kekhilafan dari pihak saya. Sebab saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Dan dari kesalahan, kita bisa belajar banyak hal. Termasuk belajar menganalisis keaslian foto," melalui akun Facebook-nya, Sabtu (2/1).

“Sesuai janji saya, foto Jokowi tentang Sunrise di Raja Ampat tadi telah saya hapus. Sebab dari hasil komentar sejumlah teman, saya mengambil kesimpulan itu foto asli (terbukti dari beredarnya sejumlah foto lain di tempat yang sama dengan pose yang berbeda, dan tanpa efek apapun). Foto yang terlihat seperti tempelan, mungkin karena efek pemakaian flash saat memotret," ujarnya.

Loyalis pasangan Prabowo-Hatta yang kalah dalam Pemilihan Presiden 2014 tersebut, mengaku telah menghapus postingan yang mengkritik Jokowi. Kontan penulis novel berjudul 'Cinta Tak Sempurna' dan 'Saya Tobat!' tersebut diserbu para netizen. Kewalahan mengadang opini para pengguna media sosial, Jonru mengancam akan memblokir akun Facebook yang mengkritiknya.

"Ketika tadi sore saya menghapus sebuah posting dan meminta maaf atas kekhilafan yang terjadi, tiba-tiba ratusan haters pun menyerbu. Dan bagi saya, alhamdulillah ini rezeki nomplok. Sebab hobi memblokir kembali bisa tersalurkan dengan baik. Jadi jika anda (para haters) ingin diblokir, silahkan berkomentar sepuasnya di status ini," tuturnya.

Salah satu pengguna Facebook, menggunakan akun bernama Mas NDledek turut mengomentari postingan Jonru. Menurutnya terbukti selama ini kritikan yang dilontarkan Jonru dangkal.

"Tapi bagaimanapun kejadian ini sudah cukup membuktikan isi otak Jonru yang sebenarnya. Selalu mengedepankan Suudzon dalam menilai sesuatu yang juga bukan urusannya!" ocehnya. 

Semoga saja kasus ini benar-benar dituntaskan sampai ke ranah hukum agar pelaku hoax dan fitnah di indonesia mendapat pelajaran dan tidak asal dalam menuduh orang lain seperti tuduhan Jonru kepada Fotografer Istana Mas Agus Suparto ini. Biar saja si Jonru bisa reunian bareng TrioMacan dan YPaonganan di penjara.

 

Sumber: kabarkanlah.com, merdeka.com

 

Sunday, January 3, 2016 - 10:15
Kategori Rubrik: